Rabu, 20 Mei 2026

TTU Terkini

Longsor Ancam Tiga Rumah Warga di Desa Suanae Kabupaten TTU 

Dikatakan Patrisius, rumah masyarakat berada tepat di bawah jalan tersebut. Rumah warga berada di lokasi yang lebih rendah. 

Tayang:
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
NYARIS LONGSOR - Ruas Jalan Provinsi Kefamenanu-Eban tepatnya di Desa Suanae mengalami retak serius dan nyaris longsor. Rumah warga tak jauh dari lokasi itu, Selasa, 19 Mei 2026. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Longsor mengancam tiga unit rumah warga di Desa Suanae, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Longsor tersebut terjadi pekan lalu.

Kepala Desa Suanae, Patrisius Faimau mengatakan, longsor tersebut terjadi di jalan provinsi Kefamenanu-Eban tepatnya di RT 005, RW 003, Desa Suanae. Nyaris sebagai badan jalan terbelah dan berpotensi jatuh ke pemukiman warga.

Sebanyak tiga unit rumah milik warga yang berhadapan langsung dengan tanah yang perlahan mulai amblas tersebut. Masyarakat sangat khawatir.

"Tiga rumah itu milik Yoseph Loin, Petronela Banu dan Aloysius Loin," ujarnya, Selasa, 19 Mei 2026.

Baca juga: Kejari TTU Fokus Pemulihan Keuangan Negara dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Usapinonot 


Dikatakan Patrisius, rumah masyarakat berada tepat di bawah jalan tersebut. Rumah warga berada di lokasi yang lebih rendah. 

Jalan tersebut berada di ketinggian 8 meter dari rumah warga. Retak pada badan jalan ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut pekan lalu.

Sebagian badan jalan mengalami retak yang cukup besar dan nyaris ambruk. Potensi longsor di lokasi tersebut sangat besar terjadi jika hujan lebat kembali mengguyur wilayah itu.

Jika terjadi longsor, tiga rumah tersebut pasti mengalami dampak serius. Karena lokasinya yang sangat dekat dengan dinding tanah yang nyaris longsor itu.

Setelah menerima informasi dari warga, Patrisius langsung meninjau lokasi dan menginstruksikan warga menandai titik yang tidak boleh dilintasi kendaraan.

"Posisi atap rumah warga ini nyaris sama dengan badan jalan," ungkapnya.

Pemilik rumah bernama Yoseph Loin mengaku sangat khawatir jika longsor terjadi di lokasi itu. Pasalnya, atap rumah miliknya sangat dekat dengan tanah yang nyaris ambruk itu.

Selama ini, ia dan keluarganya selalu berharap agar kejadian itu tidak terjadi. Namun, hal ini tidak bisa dihindari.

Yoseph menuturkan, setelah insiden itu, mereka selalu waspada ketika beristirahat pada malam hari. Pasalnya, beberapa hari terakhir, hujan sering terjadi di wilayah itu.

Ia berharap, pemerintah segera menindaklanjuti potensi longsor yang ada di lokasi itu. Pembangunan bronjong dan tembok penahan menjadi harapan masyarakat setempat. (bbr)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved