Sumba Timur Terkini
Pasokan BBM Lancar, Nelayan di Waingapu Sumba Timur Butuh Kapal
Meski pasokan BBM terpenuhi, Abdul Halim mengatakan nelayan masih membutuhkan bantuan lain dari pemerintah terutama penyediaan kapal.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU – Abdul Halim, seorang nelayan di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur mengatakan pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi dari pemerintah berjalan lancar. Saat ini, para nelayan justru membutuhkan bantuan kapal.
“Kalau soal minyak (solar) di sini lancar sekali,” katanya kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (8/5/2026).
Pria berusia 46 tahun itu biasa mencari ikan sejauh 1 mil dari pesisir Kota Waingapu. Ia melaut seorang diri menggunakan kapal bermesin 27 PK.
Kapal tersebut memiliki panjang 11 meter dan lebar 1,30 meter. Dalam sekali melaut, ia menghabiskan 10 liter solar.
Baca juga: Pemkab Sumba Timur Proses Pengangkatan Kepsek Definitif untuk 159 Sekolah
Baca juga: Aliansi Tolak Tambang Emas Desak Polisi Tindak Tegas Penambang Ilegal di Sumba Timur
“Kami senang di sini ada SPBU khusus nelayan jadi pasokan selalu tersedia. Kalau sekali melaut 10 liter,” ujarnya.
Meski pasokan BBM terpenuhi, Abdul Halim mengatakan nelayan masih membutuhkan bantuan lain dari pemerintah terutama penyediaan kapal.
Ia mengatakan, karena tidak memiliki kapal sejumlah nelayan kini beralih pekerjaan. Mereka tidak lagi melaut dan memilih bekerja apa saja asalkan ada upahnya.
Abdul mengaku selama lebih dari 20 tahun berprofesi sebagai nelayan, dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan kapal.
Ia menyampaikan, pemerintah pernah memberikan bantuan kapal, tetapi bantuan tersebut tidak diberikan kepada nelayan.
Bantuan itu diduga diberi kepada “pengusaha” yang berkedok nelayan. Dari situ, kapal dijual kembali kepada nelayan.
“Banyak nelayan akhirnya bawa kapal orang. Bagi hasil. Ada yang kerja lain. Ada bantuan tetapi petani dikasih. Habis itu mereka jual kembali,” ungkapnya.
Saat ini, kata Abdul, banyak nelayan berharap ada bantuan dari pemerintah. Minimal, kata dia, pemerintah memberikan mesin kapal 24 PK.
“Kebanyakan nelayan di sini mesin kapal nya rusak. Kalau pemerintah mau beri bantuan ya paling mesin minimal 24 PK,” harapnya.
Karena tidak memiliki kapal, sejumlah nelayan akhirnya memilih menggunakan sampan untuk mencari ikan di pinggir laut.
Bahkan, ada yang melakukan cara itu itu sejak muda hingga usia tua. Pendapatan mereka pun sangat sedikit.
“Mereka ini yang harus dibantu. Minimal mesin ketintinglah,” ujarnya.
Abdul menambahkan bahwa dirinya bersama nelayan lain kini masih bisa melaut untuk menghidupi keluarga karena bantuan kredit dari Bank BRI. Meski bayar angsuran setiap bulan, hal itu sudah menolong mereka. (dim)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Abdul-Halim-nelayan-Waingapu.jpg)