Senin, 4 Mei 2026

Belu Terkini

KPPN Atambua Percepat Digitalisasi APBN, Dorong Pemanfaatan KKP dan CMS di Satker

Dalam upaya mendorong Pemanfaatan KKP dan CMS di Satker, KPPN Atambua mempercepat Digitalisasi APBN,.

Tayang:
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/HO
DIGITALISASI APBN - Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Atambua, Mauritz Cristianus Raharjo Meta. KPPN Atambua Percepat Digitalisasi APBN, Dorong Pemanfaatan KKP dan CMS di Satker 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara atau KPPN Atambua terus mendorong Percepatan Digitalisasi APBN di Satker ( satuan Kerja ) yang ada di wilayahnya, 

Upaya ini sebagai bagian dari penguatan tata kelola keuangan negara yang modern, transparan, dan akuntabel.

Upaya tersebut diwujudkan melalui optimalisasi penggunaan Kartu Kredit Pemerintah (KKP) dan Cash Management System (CMS) dalam pelaksanaan transaksi belanja negara.

Kepala KPPN Atambua, Mauritz Cristianus Raharjo Meta dalam keterangannya, menyampaikan transformasi digital dalam pengelolaan keuangan negara merupakan bagian dari agenda reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Baca juga: Penyaluran Dana Desa 2026 di KPPN Atambua Tembus Rp12,81 Miliar

“Penggunaan KKP dan CMS bukan hanya soal kemudahan transaksi, tetapi juga tentang peningkatan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi dalam pengelolaan APBN,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Melalui KKP, satker didorong untuk melakukan pembayaran belanja operasional secara non-tunai sehingga dapat meminimalisir penggunaan uang persediaan (UP) dalam bentuk tunai.

Selain itu, pemanfaatan CMS memungkinkan satuan kerja melakukan pengelolaan kas secara real time, mulai dari pembayaran hingga monitoring transaksi secara lebih terkontrol dan terdokumentasi dengan baik.

Sepanjang tahun berjalan, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Atambua secara aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi, bimbingan teknis, serta pendampingan kepada satker. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas operator satker dalam mengimplementasikan transaksi digital secara optimal.

Selain itu, KPPN Atambua juga melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap tingkat pemanfaatan KKP dan CMS oleh satker. 

Baca juga: Penyaluran Tunjangan Guru ASN Daerah di Wilayah KPPN Atambua Capai Rp28,3 Miliar

"Hasil evaluasi menunjukkan adanya tren peningkatan penggunaan instrumen pembayaran digital, meskipun masih terdapat beberapa tantangan seperti keterbatasan pemahaman teknis dan adaptasi terhadap perubahan proses bisnis," tuturnya. 

Ke depan, katanya, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Atambua berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendorong implementasi digitalisasi secara menyeluruh.

"Langkah ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya pengelolaan keuangan negara yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel, serta sejalan dengan visi Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagai pengelola perbendaharaan negara yang unggul di tingkat dunia," bebernya. 

Dengan semakin meningkatnya adopsi KKP dan CMS, diharapkan seluruh satuan kerja di wilayah Atambua dapat bertransformasi menuju pengelolaan keuangan yang sepenuhnya digital, sehingga setiap rupiah APBN dapat dikelola dengan lebih baik dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Sebelumnya, pada Stakeholder Day Tahun 2026 yang mengusung tema Dari Apresiasi, Stakeholder Semakin Berprestasi, Kepala KPPN telah mengapresiasi atas kinerja menjadi pendorong untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan anggaran, memperkuat sinergi, dan menghadirkan kinerja yang lebih optimal dan berintegritas.

Dalam kesempatan tersebut, Taufiq Hidayat selaku Kepala Seksi Pencairan Dana dan Manajemen Satker menyampaikan Evaluasi Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Satuan Kerja.

Baca juga: Realisasi Belanja APBN Awal 2026 Meningkat, KPPN Atambua Perkuat Pengawalan Anggaran

"Pada Triwulan I Tahun 2026 terdapat 31 dari 74 rekening VA yang telah bertransaksi menggunakan CMS dengan total persentase VA CMS sebesar 83 persen dari total transaksi CMS, Teller, dan Kartu Debit. Kemudian, dari sisi penggunaan KKP, terdapat 10 satuan kerja aktif pengguna KKP dari total 25 Satuan Kerja yang memiliki KKP," jelasnya.

KPPN Atambua menyerahkan penghargaan kepada Satuan Kerja dengan tingkat penggunaan digitalisasi KKP dan CMS terbaik kepada Satuan Kerja.

"Satuan Kerja dengan Penggunaan KKP terbaik selama Semester II Tahun 2025 adalah Rumah Tahan Negara Kelas II B Kefamenanu. Penggunaan CMS terbaik diberikan kepada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua," tambahnya.

Satuan Kerja juga menyampaikan testimoni atas penggunaan CMS dan KKP. Maria Goreti Sila dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Timor Tengah Utara mengaku bahwa penggunaan CMS dan KKP mempermudah transaksi keuangan pada satker.

"Dengan adanya CMS, Satker dapat melakukan transfer dari rekening bendahara ke rekening tujuan tanpa harus datang ke Bank. Kemudian, Satker juga dapat melakukan transaksi pembayaran menggunakan KKP pada saat UP Tunai tidak cukup," tutupnya. (gus) 

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved