Jumat, 24 April 2026

Belu Terkini

Dinas Kesehatan Belu Perkuat Upaya Penanganan Penyakit Menular dan Stunting

Menurutnya, intervensi dari sektor kesehatan berkontribusi sekitar 30 persen, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
LANTIK KEPALA PUSKESMAS - Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves saat melantik 12 Kepala Puskesmas di Kabupaten Belu di aula lantai 1 Kantor Bupati, Jumat (24/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves melantik 12 Kepala Puskesmas
  • Pelantikan berlangsung di aula lantai 1 Kantor Bupati Belu, Jumat (24/4/2026)
  • Puskesmas harus mampu membangun kerja sama yang baik

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Elen Corputty, menegaskan pentingnya peran Puskesmas terkait penanganan penyakit menular, percepatan penurunan stunting, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. 

Penegasan tersebut disampaikan dr. Elen usai pelantikan 12 Kepala Puskesmas oleh Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, di aula lantai 1 Kantor Bupati Belu, Jumat (24/4/2026). 

Menurutnya, arahan pimpinan daerah harus diterjemahkan secara konkret melalui program kerja di lapangan.

Ia menjelaskan, untuk penanganan penyakit menular, Dinas Kesehatan telah menyiapkan berbagai program yang harus dijalankan secara aktif oleh Puskesmas, seperti penyuluhan kesehatan dan kunjungan rumah bagi pasien.

Baca juga: Momen Hari Kartini, Lidwina Viviana Lay Dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Belu

“Terkait penyakit menular, kami sudah punya program seperti penyuluhan dan home visit bagi masyarakat yang menderita penyakit menular. Ini harus terus diperkuat oleh teman-teman di Puskesmas,” ujarnya.

Sementara itu, dalam upaya percepatan penurunan stunting, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. 

Menurutnya, intervensi dari sektor kesehatan berkontribusi sekitar 30 persen, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Untuk stunting, kita tidak bisa kerja sendiri. Dinas Kesehatan hanya melakukan intervensi spesifik sekitar 30 persen. Sisanya harus didukung oleh lintas sektor, baik itu pemerintah desa, pendidikan, hingga masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas hidup masyarakat juga harus dilakukan secara terpadu melalui penguatan promosi kesehatan. Peran Puskesmas dinilai sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat.

Selain itu, Ia juga mendorong setiap Puskesmas untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama, baik internal maupun antar fasilitas pelayanan kesehatan, agar seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan optimal.

“Puskesmas harus mampu membangun kerja sama yang baik, sehingga semua program bisa dijalankan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap, para kepala Puskesmas yang baru dilantik dapat menjawab tantangan kesehatan ke depan dengan inovasi, kecepatan bertindak, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Ini sejalan dengan arahan Bapak Wakil Bupati, salah satu fokus kita adalah penanganan penyakit menular, stunting, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Semua itu harus benar-benar diwujudkan di lapangan,” pungkasnya. (gus)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved