Rabu, 13 Mei 2026

Sumba Timur Terkini

Harga LPG Nonsubsidi di Kota Waingapu Sumba Timur Naik dan Distribusinya Dibatasi

Kondisi ini dipengaruhi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang mengganggu distribusi energi dunia.

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN BUDIMAN
AGEN LPG - Sandra (32) salah satu pengurus agen LPG nonsubsidi di Kota Waingapu, Sumba Timur, NTT. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU – Pemerintah melalui Pertamina akhirnya menaikkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi sejak beberapa hari lalu. 

Kenaikan itu pun terasa hingga di Kota Waingapu, Sumba Timur, Provinsi NTT.

Perubahan harga tersebut diketahui sebagai penyesuaian terhadap harga energi global, nilai tukar rupiah dan bagian dari upaya menjaga pasokan energi dalam negeri.

Kondisi ini dipengaruhi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang mengganggu distribusi energi dunia.

Baca juga: Daftar Harga LPG Nonsubsidi di Seluruh Provinsi Indonesia Usai Naik hingga 18 Persen

Salah satu pengurus di agen LPG nonsubsidi di Kota Waingapu, Sandra (32), kepada POS-KUPANG.COM mengatakan, Pertamina telah menaikkan harga LPG ukuran 5,5 kg, 12 kg dan 50 kg sejak 20 April lalu.

Saat ini, harga LPG 5,5 kg naik menjadi Rp185.000 per tabung dari sebelumnya Rp165.000.

Tabung 12 kg naik menjadi Rp300.000 dari sebelumnya Rp255.000. Sedangkan tabung 50 kg naik menjadi Rp1.500.000.

“Sudah ada kenaikan. Baru mulai pada Senin kemarin. Kenaikan dari Pertamina dari biasanya tabung 5,5 kg Rp165.000 sekarang jadi Rp185.000. Kalau 12 kg, dari Rp255.000 sekarang Rp300.000,” sebut dia pada Rabu (22/4/2026).

Selain kenaikan harga, Pertamina juga mengeluarkan peraturan terkait pembatasan pelayanan tabung LPG.

Saat ini, agen LPG nonsubsidi di Kota Waingapu yang melayani seluruh Pulau Sumba, distribusi tabung 5,5 kg dibatasi hanya 145 tabung per bulan.

Sementara untuk tabung 12 kg, agen hanya diizinkan melayani 2.134 tabung per bulan.

“Ada pembatasan untuk pelayanan tabung. Setiap bulan tabung 5,5 kg hanya 145 yang dilayani. Kalau tabung 12 kg hanya 2.134 tabung,” katanya.

Sandra menyebutkan, pengguna LPG nonsubsidi sebagian besar adalah pelaku usaha warung. 

Sebagiannya lagi adalah ibu rumah tangga untuk keperluan memasak.

“Kebanyakan pengguna rumah tangga, dan di warung-warung makan,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini pasokan LPG 5,5 kg dan 12 kg di tempat tersebut sedang kosong sejak sepekan terakhir.

Pihaknya masih menunggu kapal dari Surabaya menuju Waingapu yang membawa pasokan untuk pengisian ulang. (dim)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved