Kamis, 16 April 2026

Belu Terkini

Pemkab Belu Gandeng UKAW Kupang Perkuat Pendidikan dan Riset Wilayah Perbatasan

Pemkab Belu Gandeng UKAW Kupang Perkuat Pendidikan dan Riset Perbatasan Lewat MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO
MOU - Bupati Belu, Willybrodus Lay dan Rektor UKAW Prof. Godlief Fredrik Neonufa menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) guna memperkuat program pendidikan, penelitian dan pengembangan wilayah perbatasan, Rabu (15/4/2026). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Pemerintah Kabupaten Belu menjalin kerja sama dengan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) guna memperkuat program pendidikan, penelitian dan pengembangan wilayah perbatasan. Rabu (15/4/2026). 

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay bersama Rektor UKAW, Godlief Fredrik Neonufa, disaksikan Wakil Rektor, Pj. Sekda Belu, Kepala BP4D, Kabag Hukum, serta Kabag Tata Pemerintahan yang berlangsung di ruang kerja Bupati Belu.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, menyampaikan kerja sama ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Belu dalam mendorong kemajuan daerah, khususnya di wilayah perbatasan RI-RDTL.

“Saya atas nama seluruh masyarakat Kabupaten Belu menyampaikan terima kasih yang luar biasa untuk Rektor Unkris yang mau mendampingi dalam bentuk penelitian dan kerja sama,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi tersebut mampu membawa Belu berkembang lebih maju dan tidak tertinggal dibandingkan daerah lain di kawasan timur Indonesia, terutama wilayah perbatasan.

“Kita sebagai beranda NKRI, jadi ini bukan hanya tanggung jawab Bupati dan masyarakat saja, tetapi juga perguruan tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UKAW Kupang, Godlief Fredrik Neonufa, menjelaskan kerja sama antara pihaknya dengan Pemkab Belu sejatinya telah berjalan melalui berbagai kegiatan sebelumnya.

Baca juga: Gubernur NTT Ajak Wisudawan UKAW Kupang Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Menurutnya, sejumlah program seperti Kuliah Belajar Pendampingan Masyarakat (KPBM) telah dilaksanakan di wilayah Belu dan daerah lainnya. UKAW juga menerima siswa praktik kerja industri (prakerin) dari SMKN 2 Atambua selama dua tahun berturut-turut dengan durasi 3 hingga 5 bulan di Kupang.

“Penandatanganan ini sebenarnya memperkuat kerja sama yang sudah lama berjalan, termasuk kegiatan pendampingan masyarakat dan penerimaan prakerin,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan saat ini tengah berlangsung riset lintas negara di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste, dengan Kabupaten Belu dan Malaka sebagai lokasi utama penelitian.

Lebih lanjut, UKAW Kupang telah mengantongi izin penyelenggaraan program studi logistik perdagangan internasional yang disebut sebagai satu-satunya di kawasan Indonesia timur.

“Sasaran kami adalah menguasai perdagangan ekspor-impor dengan lokus di Belu, sehingga daerah ini bisa semakin kuat dalam sektor perdagangan,” ungkapnya.

Selain itu, UKAW juga memiliki program studi perpajakan serta tengah menunggu izin untuk program pengelolaan data keimigrasian, termasuk penguatan bidang perbatasan dan keamanan siber (cyber security).

Fredrik Neonufa berharap Pemerintah Kabupaten Belu dapat mendorong generasi muda untuk memanfaatkan peluang pendidikan tersebut demi mendukung pembangunan daerah perbatasan yang lebih maju. (gus) 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved