Senin, 20 April 2026

Sumba Barat Daya Terkini

Stok BBM Kosong di SUMba Barat Daya, Harga Eceran Pertalite Tembus Rp 20.000 Per Botol

Persediaan bahan bakar minyak (BBM) terutama BBM jenis pertalite kosong dibeberapa SPBU di Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya (SBD).

POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Antrean kendaraan padati SPBU Taworara Sumba Barat Daya untuk mengisi BBM 

Ringkasan Berita:
  • Persediaan bahan bakar minyak (BBM) terutama BBM jenis pertalite kosong dibeberapa SPBU di Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya (SBD). Sementara itu harga pertalite eceran sebesar Rp 20.000 per botol.
  • Pantauan Pos Kupang di tiga SPBU di Kota Tambolaka pada, Selasa (24/3) sekitar pukul 13.30 Wita terlihat tidak adanya aktivitas di SPBU-SPBU tersebut.
  • Seperti SPBU di Radamata nampak sepi. Tidak ada aktifitas pelayanan karena stok BBM sudah habis. 
 

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA - Persediaan bahan bakar minyak (BBM) terutama BBM jenis pertalite kosong dibeberapa SPBU di Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya (SBD). Sementara itu harga pertalite eceran sebesar Rp 20.000 per botol.

Pantauan Pos Kupang di tiga SPBU di Kota Tambolaka pada, Selasa (24/3) sekitar pukul 13.30 Wita terlihat tidak adanya aktivitas di SPBU-SPBU tersebut.

Seperti SPBU di Radamata nampak sepi. Tidak ada aktifitas pelayanan karena stok BBM sudah habis. 
Salah seorang petugas SPBU yang ditemui mengatakan, sejak pagi,  SPBU tersebut mulai melayani sejak pukul 08.00 Wita. Pelayanan tidak berlangsung lama karena stok sudah habis. 

Pihaknya berharap, mobil pengangkut BBM malam hari sehingga besok (hari ini, Red) pihaknya bisa melakukan  pelayanan BBM. Rata-rata setiap hari SPBU tersebut menerima pasokan BBM 8.0000 liter. 

Kondisi yang sama juga terlihat di SPBU Taworara. Di SPBU itu, hanya tersedia pertamax. Suasana juga nampak sepi. Kondisi yang sama juga terlihat di SPBU untuk BBM industri di jalan arah Waikelo. Suasana nampak sepi karena tidak ada stok BBM.

Ama David, salah seorang warga yang ditemui di areal sekitar SPBU Taworara mengaku, selama ini mengisi BBM di penjual eceran. Meski harga Rp 20.000 per botol terbilang mahal tetapi pelayananya cepat dan tidak ada antrian berjam-jam seperti di SPBU. 

“Saya malas antri mengisi BBM di SPBU. Antri bisa berjam-jam lamanya. Kebanyakan yang antri mengisi BBM jenis pertalite untuk kepentingan bisnis karena dijual kepada pengecer,” ujarnya.

Untuk itu ia meminta pemerintah sebaiknya menertibkan seluruh pedagang BBM yang berjualan dalam Kota Tambolaka untuk mengurangi antrean padat di SPBU

Kepala Bagian Ekonomi Setda SBD, Misnawati Sapan yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya semalam  mengatakan pihaknya akan menurunkan tim guna melakukan pengecekan di  lapangan setelah masuk kantor pada Rabu (25/3) hari ini.

Menurut Misnawati Sapan, jatah BBM untuk setiap SPBU berbeda-beda. Misalnya, SPBU Radamata perlite dan solar 8.000 kl per hari, SPBU Taworara Pertalite 16.000 kl per hari, SPBU Golusapi pertalite 8.000 kl per hari. 

“Rata-rata sebulan, setiap SPBU mendapatkan pasokan 24 kali dari Depot Pertamina Waingapu, Sumba Timur. Selama ini, pasokan BBM berjalan lancar. Kalaupun  terlambat, paling satu hari saja,” jelas Misnawati Sapan

Misnawati Sapan berjanji, setelah berkantor lagi paskah libur lebaran maka akan kembali menurunkan tim melakukan pengawasan di setiap SPBU. “Kebetulan libur lebaran ini sehingga petugas tidak turun lapangan,” tambahnya.

Terkait pedagang eceran, ia mengatakan, pemerintah akan melakukan pendekatan persuasif dengan para pedagang eceran  yang berjualan disepanjang jalan protokol mulai jalur Bandara Tambolaka sampai Taworara agar tertib dan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. (pet)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved