Jumat, 15 Mei 2026

Dorong Sekolah Ciptakan Iklim Kompetisi 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngada, El Watungadha, mendorong sekolah untuk menciptakan iklim kompetisi yang sehat

Tayang:
POS-KUPANG.COM/POS KUPANG/CHARLES ABAR
EL WATUNGADHA - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, El Watungadha 
Ringkasan Berita:
  • Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada, El Watungadha, mendorong sekolah-sekolah di daerah itu untuk menciptakan iklim kompetisi yang sehat guna meningkatkan prestasi akademik siswa.
  • Hal tersebut dinilai penting untuk memacu peningkatan kemampuan literasi dan numerasi di kalangan pelajar. El mengatakan, selama ini pihaknya terus mendorong agar siswa tidak hanya sekadar naik kelas, tetapi juga naik kelas dengan kualitas yang baik.
 

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, BAJAWA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada, El Watungadha, mendorong sekolah-sekolah di daerah itu untuk menciptakan iklim kompetisi yang sehat guna meningkatkan prestasi akademik siswa.

Hal tersebut dinilai penting untuk memacu peningkatan kemampuan literasi dan numerasi di kalangan pelajar. El mengatakan, selama ini pihaknya terus mendorong agar siswa tidak hanya sekadar naik kelas, tetapi juga naik kelas dengan kualitas yang baik.

Menurut El Watungadha, dalam praktiknya masih banyak siswa yang belajar hanya ketika menghadapi ujian. Kondisi ini, kata dia, menunjukkan bahwa semangat kompetisi di kalangan siswa masih perlu ditingkatkan.

“Anak-anak harus diberi kompetisi agar kualitas pendidikan kita bisa meningkat,” ujar El Watungadha, Senin (16/3/2026).

El Watungadha menambahkan, untuk mendorong semangat belajar siswa, sekolah perlu menghadirkan berbagai kegiatan perlombaan, seperti lomba Matematika maupun lomba Bahasa Indonesia.

Dengan adanya kompetisi tersebut, para siswa diharapkan terpacu untuk belajar lebih giat dan meningkatkan kemampuan akademik mereka. 

“Kita perlu melakukan inovasi. Guru-guru di kelas harus mampu menciptakan metode pembelajaran yang memacu siswa untuk belajar lebih keras,” tambah El Watungadha.

El Watungadha juga menyatakan dukungannya terhadap wacana yang disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Timur terkait pengetatan sistem kenaikan kelas di sekolah.

Meski dalam semangat Kurikulum Merdeka siswa tidak boleh dilabeli sebagai bodoh, menurut dia penguatan kemampuan literasi dan numerasi tetap harus menjadi fokus utama dalam praktik pembelajaran.

“Literasi dan numerasi harus terus kita perkuat agar siswa lulus dengan kualitas yang baik,” tutup El Watungadha(cha)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved