Manggarai Timur Terkini
Pemkab Manggarai Timur Bangun 4 Ruang Kelas SDI Reweng yang Sudah Reyot
Sebuah video viral terkait kondisi memrihatinkan bangunan SDN Reweng, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Manggarai Timur, sudah ditangani
Ringkasan Berita:
- Sebuah video viral yang dibagikan akun tiktok NTT Talk terkait kondisi memrihatinkan bangunan SDN Reweng, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), sudah mendapat respon pemerintah.
- Sebelumnya, dalam caption NTT Talk ditulis 'SD Negeri Reweng! Di Manggarai Timur Butuh Perhatian Masyarakat Diajak Bersama Bantu Pendidikan Anak-Anak Pedalaman'.
- Video memperlihatkan dinding bangunan terbuat dari palupu bambu namun kondisinya sudah rusak, berlubang-lubang.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, BORONG - Sebuah video viral yang dibagikan akun tiktok NTT Talk terkait kondisi memrihatinkan bangunan SDN Reweng, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), sudah mendapat respon pemerintah.
Sebelumnya, dalam caption NTT Talk ditulis 'SD Negeri Reweng! Di Manggarai Timur Butuh Perhatian Masyarakat Diajak Bersama Bantu Pendidikan Anak-Anak Pedalaman'.
Dalam video itu memperlihatkan dinding-dinding bangunan terbuat dari palupu bambu namun kondisinya sudah rusak, berlubang-lubang.
Bahkan sebagian ruang kelas itu sudah tidak punya dinding. Pada bagian atap, ada atap seng namun di bagian langit-langit ada beberapa sarang tawon. Bagian lantai masih beralaskan tanah.
Meski ruang sekolah itu kondisinya sangat memrihatinkan demikian, namun anak-anak peserta didik tetap mengikuti pelajaran di ruang kelas itu. Mereka duduk di kursi dan meja yang terbuat dari kayu.
Dalam video itu, ada seseorang mewawancarai seorang guru perempuan, dimana si guru berharap ada pembangunan gedung sekolah baru.
Rata-rata warga net yang mengomentari video itu menyampaikan rasa keprihatinan dan juga meminta Pemerintah Daerah untuk bisa segera memperbaiki.
Merespon kondisi sekolah yang sangat memrihatinkan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Matim, Winsensius Tala, dikonfirmasi Pos Kupang, Kamis (12/3), membenarkan kondisi itu.
Menurut Winsensius Tala, video itu adalah video lama dan saat ini sudah ada empatruang kelas (RK) yang dibangun pemerintah di sekolah itu.
"Kami sudah membangun empat ruang kelas. Video yang beredar merupakan rekaman lama, diambil sebelum pembangunan dilakukan," ujar Winsensius Tala.
Winsensius Tala menjelaskan, pembangunan ruang kelas tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, khususnya di wilayah pedesaan yang selama ini mengalami keterbatasan.
Winsensius Tala mengakui, hingga saat ini masih banyak sekolah-sekolah di Matim yang membutuhkan perhatian serius. Pemerintah tentu akan menanganinya dan menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.
"Pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah. Kritik dan perhatian publik tetap kami butuhkan sebagai bahan evaluasi," pungkas Winsensius Tala. (rob)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| Banjir Sungai Waemusur Matim Rusakan Fasilitas di Obyek Wisata Pantai Ligota Compang Ndejing |
|
|---|
| Atasi Akses Transportasi, DPRD Desak Pemda Manggarai Timur Bangun Jembatan Waemusur |
|
|---|
| BPBD Manggarai Timur Tinjau Crossway Waemusur yang Rusak Akibat Banjir Bandang |
|
|---|
| Banjir Bandang Sungai Waemusur Ambrukan Crossway, Warga Tiga Desa di Manggarai Timur Terisolir |
|
|---|
| Pemerintah Pusat Bantu Jutaan Bibit Kakao dan Kopi Unggul Untuk Petani di Manggarai Timur Tahun 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/sdn-reweng-di-matim.jpg)