Senin, 20 April 2026

Sikka Terkini

Tak Ada Aspal, Bambu pun Jadi, Warga Lirikelan Bangun Jalan Darurat  Pasca Ambruk Akibat Longsor

Sejumlah warga Kampung Lirikelan Desa Wuliwutik, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, secara swadaya membuat jalan darurat menggunakan bambu

|
POS-KUPANG.COM/POS KUPANG/ARNOLD WELIANTO
JALAN DARURAT- Sejumlah warga di Kampung Lirikelan Desa Wuliwutik, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, secara  swadaya membuat jalan darurat dari bambu pasca ruas jalan itu ambruk akibat longsor. 
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah warga Kampung Lirikelan Desa Wuliwutik, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, secara swadaya membuat jalan darurat menggunakan bambu. Hal ini dilakukan pasca ruas jalan itu ambruk akibat longsor beberapa waktu lalu.
  • Warga terpaksa membuat jalan darurat agar bisa dilalui masyarakat ke fasilitas pendidikan, kesehatan, pertanian dan pelayanan rohani. 
  • Jalan darurat ini, kini hanya bisa dilewati pejalan kaki, sedangkan untuk kendaraan roda dua dan empat tidak bisa melintas.  

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Sejumlah warga Kampung Lirikelan, Desa Wuliwutik, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, secara swadaya membuat jalan darurat menggunakan bambu. Hal ini dilakukan pasca ruas jalan itu ambruk akibat longsor beberapa waktu lalu.

Warga terpaksa membuat jalan darurat agar bisa dilalui masyarakat ke fasilitas pendidikan, kesehatan, pertanian dan pelayanan rohani. 

Jalan darurat ini, kini hanya bisa dilewati pejalan kaki, sedangkan untuk kendaraan roda dua dan empat tidak bisa melintas.  

"Swadaya masyarakat Lirikelang membangun jembatan darurat guna pelayananan pendidikan,kesehatan,pertanian dan pelayanan Rohani," kata Anggota DPRD Sikka dari PDI Perjuangan, Alfonsus Ambrosius, Selasa (3/3/2026).

Diketahui, ruas jalan itu merupakan penghubung Kampung Lirikelan menuju Kampung Nilo, Desa Wuliwutik, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.  

Longsoran terjadi di wilayah RT 11/RW 05, Dusun Lirikelan, menyebabkan badan jalan dilaporkan ambles sehingga tidak bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.

Jalan tersebut merupakan akses vital warga menuju Kota Maumere, terutama untuk kebutuhan pelayanan kesehatan dan aktivitas ekonomi.  

Alfonsus Ambrosius meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat agar mobilitas masyarakat kembali normal. 

Beberapa waktu, Dinas PUPR Sikka, sudah melakukan survei untuk ditindaklanjuti. (awk)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved