Sabu Raijua Terkini
Perkuat Swasembada Pangan, Pemkab Sarai Ikuti Gerakan Tanam Padi Se-NTT
Thobias menjelaskan, masih terdapat keterbatasan yang dimiliki pemerintah Kabupaten karena belum seluruh petani memperoleh bantuan alsintan.
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
- Gerakan tanam padi serentak di Sabu Raijua
- Kegiatan ini berlangsung di Desa Raeloro Kecamatan Sabu Barat
- Wakil Bupati Sabu Raijua, Thobias Uly mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua berkomitmen untuk mewujudkan swasembada pangan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, SEBA — Dalam rangka memperkuat swasembada pangan, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua mengikuti gerakan tanam padi se-NTT.
Kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (17/2/2026), Wakil Bupati Sabu Raijua, Thobias Uly mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua berkomitmen untuk mewujudkan swasembada pangan dan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas padi, jagung, serta komoditas lainnya di Provinsi NTT.
“Pemerintah daerah memberikan perhatian serius pada sektor pertanian melalui pemberian bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada para petani,” kata Thobias.
Thobias menjelaskan, masih terdapat keterbatasan yang dimiliki pemerintah Kabupaten karena belum seluruh petani memperoleh bantuan alsintan.
Baca juga: Rakyat Berkelahi di Antrean BBM, PERMASA Kupang Soroti Kepemimpinan Bupati Sabu Raijua
Dengan demikian, pemerintah daerah pun mengharapkan adanya dukungan dan perhatian dari Pemerintah Provinsi NTT maupun Pemerintah Pusat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Pemerintah daerah terus menggalakkan gerakan tanam dengan memanfaatkan musim hujan yang ada. Seluruh penyuluh pertanian juga digerakkan untuk mendampingi petani serta memudahkan akses terhadap pupuk,” ucap Thobias.
Dikatakan Thobias, berbagai langkah konkret terus dilakukan guna mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Sabu Raijua.
“Kami imbau masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam berbagai jenis tanaman pangan,” ujar Thobias.
Thobias menjelaskan, terkait dengan minimnya curah hujan tahun ini di Sabu Raijua, kondisi yang hampir merata terjadi di berbagai daerah di NTT. Hal ini turut mempengaruhi hasil produksi pertanian para petani.
“Jadi meski dua komoditas utama yaitu padi dan jagung dilaporkan telah mencapai target produksi. Selain itu, Kabupaten Sabu Raijua juga mengembangkan komoditas alternatif berupa sorgum yang tumbuh sangat baik karena cocok dengan iklim setempat,” jelas Thobias.
Dikatakan Thobias, wilayah Sabu Raijua didominasi lahan kering, sehingga jenis padi gogolah menjadi pilihan utama yang ditanam dan dikembangkan.
“Kami juga berencana membuka lahan pertanian baru dari lahan tidur yang tersedia, namun terkendala ketersediaan alat berat. Untuk itu, dukungan alat berat sangat diharapkan guna memperluas area tanam,” pungkas Thobias. (mey)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Gerakan-Tanam-Padi-di-Sabu-Raijua.jpg)