Selasa, 28 April 2026

Rote Ndao Terkini

Komisi II DPRD Rote Ndao Akan Panggil Kepala Puskesmas Feapopi Terkait Dugaan Konflik Internal

Saat tiba di Puskesmas Feapopi, rombongan tidak berhasil menemui Kepala Puskesmas karena jam pelayanan telah berakhir. 

Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/MARIO TETI
KUNJUNGAN - Komisi II DPRD Rote Ndao saat kunjungan ke Puskesmas Feapopi, Rote Tengah, Senin (9/2/2026). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti 

POS-KUPANG.COM, BA'A - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao berencana memanggil Kepala Puskesmas Feapopi, Kecamatan Rote Tengah, menyusul dugaan konflik internal yang diduga mengganggu pelayanan kesehatan di fasilitas tersebut.

Hal ini diputuskan selepas melakukan kunjungan mendadak ke Puskesmas Feapopi pada Senin (9/2/2026).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut kesepakatan rapat internal komisi pada Jumat sebelumnya.

Saat tiba di Puskesmas Feapopi, rombongan tidak berhasil menemui Kepala Puskesmas karena jam pelayanan telah berakhir. 

Baca juga: Pemkab Rote Ndao Gelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan APBD 2026

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Komisi II DPRD Rote Ndao, Meksi Mooy menegaskan pihaknya akan memanggil para pihak terkait melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dijadwalkan digelar pada Jumat mendatang di Kantor DPRD Rote Ndao.

"Rapat tersebut akan menghadirkan Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas Feapopi dan tenaga kesehatan terkait untuk menyelesaikan permasalahan internal agar pelayanan masyarakat tidak terganggu," kata Meksi, Selasa (10/2/2026).

Selain Puskesmas Feapopi, Meksi juga menyoroti kerusakan infrastruktur di Kecamatan Rote Barat Daya, khususnya jebolnya Embung Oehe di Desa Oeseli akibat curah hujan tinggi pada malam sebelumnya.

Meksi memberikan apresiasi atas respon cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rote Ndao. 

"Kami apresiasi Kepala Dinas PUPR bersama tim turun langsung ke lokasi untuk meninjau kerusakan yang telah merendam belasan hektar sawah warga," katanya.

Meksi berharap pemerintah daerah segera melakukan penanggulangan, termasuk perbaikan darurat, agar kerugian bagi masyarakat petani dapat diminimalkan.

"Semoga kerusakan yang ada dapat ditanggulangi dengan cepat sehingga masyarakat petani tidak mengalami kerugian lebih besar," tandas Meksi.
(rio)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved