Selasa, 21 April 2026

Malaka Terkini

Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Petani di Malaka Bersyukur

Ia menambahkan, kebijakan Presiden Prabowo menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen merupakan keputusan yang sangat membantu petani kecil

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA
PUPUK SUBSIDI - Seorang petani asal Kecamatan Malaka Tengah, Yanurius Tahu, saat ditemui di sawahnya, Jumat (24/10/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota

POS-KUPANG.COM, BETUN - Kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan harga pupuk bagi petani sebesar 20 persen mendapat sambutan hangat dari para petani di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat tani yang selama ini mengeluhkan tingginya harga pupuk dan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi.

Yohanes P. Hane (33), seorang petani asal Desa Raimataus, Kecamatan Malaka Barat, mengungkapkan dirinya bersama sejumlah petani di daerahnya belum tergabung dalam kelompok tani, sehingga selama ini tidak mendapatkan akses terhadap pupuk bersubsidi.

“Kami biasa beli pupuk di toko-toko yang jual pupuk. Harga pupuk urea per kilogram Rp 12.000 dan pupuk merah Rp 10.000. Kadang juga kami kesulitan cari pupuk urea karena sering habis,” ujar Yohanes saat ditemui POS-KUPANG.COM, Jumat (24/10/2025).

Ia menambahkan, kebijakan Presiden Prabowo menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen merupakan keputusan yang sangat membantu petani kecil seperti dirinya. 

Yohanes berharap kebijakan tersebut dapat diberlakukan secara merata, tidak hanya untuk anggota kelompok tani, tetapi juga bagi petani mandiri.

“Tentu kebijakan penurunan harga pupuk oleh Bapak Presiden Prabowo itu sangat kami syukuri dan apresiasi. Semoga berlaku untuk semua petani, bukan hanya yang terdaftar di kelompok. Kami juga harap pemerintah bisa mengontrol para pengusaha atau distributor pupuk agar tidak bermain harga di lapangan,” tegas Yohanes.

Menurutnya, selama ini harga pupuk yang tinggi menjadi salah satu penyebab utama menurunnya hasil panen di wilayah Malaka. 

Baca juga: Kapolres Malaka Beri Pesan kepada 868 PPPK yang Telah Menerima SK

“Karena pupuk mahal, kami tidak bisa pakai sesuai kebutuhan tanaman. Akhirnya hasil panen juga tidak maksimal,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Yanurius Tahu, petani asal Kecamatan Malaka Tengah. Ia mengaku selama ini membeli pupuk secara eceran di sejumlah toko di Betun dengan harga yang sama, yakni Rp 12.000 per kilogram untuk pupuk urea dan Rp 10.000 untuk pupuk merah. Terkadang harga pupuk itu bisa turun dan naik.

“Biasanya kami campur pupuk putih dan merah untuk padi. Kalau nanti harga bisa turun, tentu kami bisa beli lebih banyak dan tanamannya bisa lebih subur,” kata Yanurius.

Para petani di Malaka berharap kebijakan penurunan harga pupuk itu dapat segera terealisasi di lapangan, terutama di daerah-daerah yang jauh dari akses kelompok tani atau distributor resmi. (ito)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved