Rabu, 3 Juni 2026

Kota Kupang Terkini

Feature: Bulan Budaya GMIT Maranatha Oebufu Ditutup, Berbeda, Tetapi Tetap Bersama

Motto ini sangat indah, berbeda tetap Satu. Persatuan bukan berarti menjadi sama, tetapi mampu berjalan bersama walaupun berbeda.

Tayang:
Penulis: Ray Rebon | Editor: OMDSMY Novemy Leo
POS-KUPANG.COM/HO
BULAN BUDAYA - Wali Kota Kupang menghadiri penutupan Bulan Budaya GMIT Maranatha Oebufu Tahun 2026 yang berlangsung di halaman Gereja GMIT Maranatha Oebufu, Senin 1 Juni 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Motto ini sangat indah, berbeda tetap Satu. Persatuan bukan berarti menjadi sama, tetapi mampu berjalan bersama walaupun berbeda. 
  • Inilah kekuatan yang harus terus kita jaga di Kota Kupang.
  • Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menutup rangkaian Bulan Budaya GMIT Maranatha Oebufu Tahun 2026 yang berlangsung meriah di halaman Gereja GMIT Maranatha Oebufu, Senin (1/6).

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Motto ini sangat indah, berbeda tetap Satu. Persatuan bukan berarti menjadi sama, tetapi mampu berjalan bersama walaupun berbeda. Inilah kekuatan yang harus terus kita jaga di Kota Kupang.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menutup rangkaian Bulan Budaya GMIT Maranatha Oebufu Tahun 2026 yang berlangsung meriah di halaman Gereja GMIT Maranatha Oebufu, Senin (1/6).

Kegiatan yang berlangsung selama sebulan penuh itu menjadi ruang perjumpaan budaya yang mempererat persaudaraan jemaat lintas etnis sekaligus memperkuat komitmen pelestarian budaya lokal.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Sinode GMIT Pdt. Semuel Benjamin Pandie, Ketua Klasis Kota Kupang Timur, Ketua Majelis Jemaat Maranatha Oebufu Pdt. Yusuf Nakmofa,  Camat Oebobo Zeth Batmalo,  Lurah Oebufu Mario Aka Mese, para pendeta, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, panitia, serta ratusan jemaat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Christian Widodo memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan jemaat yang telah menjadikan Bulan Budaya sebagai wadah merawat identitas budaya sekaligus memperkokoh kebersamaan di tengah keberagaman.

"Budaya bukan hanya warisan dari leluhur kita, tetapi juga titipan untuk anak cucu kita. Karena itu budaya harus terus dirawat agar tetap hidup dan bermakna bagi generasi yang akan datang," ujar Christian Widodo.

Christian Widodo juga menyampaikan penghargaan kepada Ketua Sinode GMIT yang secara konsisten mendorong pelestarian budaya sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Pada kesempatan itu, Christian Widodo mengungkapkan rasa hormat dan terima kasih kepada Jemaat GMIT Maranatha Oebufu yang selama ini turut mengambil bagian dalam pembangunan Kota Kupang.

Menurut Christian Widodo, perjalanan panjang Kota Kupang hingga memasuki usia ke-140 tahun tidak terlepas dari kontribusi banyak tokoh dan keluarga yang lahir serta bertumbuh dari lingkungan gereja tersebut.

"Perjalanan Kota Kupang dibangun oleh banyak tangan, banyak pengorbanan, dan banyak cinta yang tidak pernah padam. Terima kasih kepada seluruh Jemaat GMIT Maranatha Oebufu yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah dan pembangunan kota ini," kata Christian Widodo.

Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Christian Widodo mengajak seluruh masyarakat untuk menghidupi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama semangat persatuan dan gotong royong.

Menurut Christian Widodo, Bulan Budaya GMIT Maranatha Oebufu menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat dirawat menjadi kekuatan bersama. 

"Motto ini sangat indah, berbeda tetap Satu. Persatuan bukan berarti menjadi sama, tetapi mampu berjalan bersama walaupun berbeda. Inilah kekuatan yang harus terus kita jaga di Kota Kupang," tegas Christian Widodo.

Sementara itu, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel Benjamin Pandie, mengatakan Bulan Budaya GMIT bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian dari upaya gereja menemukan dan merawat jati dirinya sebagai gereja yang bertumbuh di tengah kekayaan budaya Nusantara.

"GMIT adalah gereja Nusantara. Melalui Bulan Budaya, kita belajar bahwa budaya dan Injil dapat berjalan bersama dalam membangun kemanusiaan, persaudaraan, dan persekutuan," ujar Semuel Benjamin Pandie.

Ketua Panitia Bulan Budaya GMIT Maranatha Oebufu Tahun 2026, Martin Manafe, menyampaikan syukur atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak awal Mei lalu.

Menurutnya, selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga memberi ruang bagi generasi muda untuk mengenal akar budayanya serta mendukung pertumbuhan ekonomi jemaat melalui keterlibatan para pelaku UMKM.

Malam penutupan berlangsung semarak dengan berbagai pertunjukan budaya dari beragam etnis, tarian tradisional, pujian, pameran UMKM, serta atraksi seni yang menampilkan kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur. (rey)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved