Kebakaran Panti Asuhan Holly Angel
Suster Marisa Teriak Minta Tolong, Sambil Gendong Bayi Berusia Lima Bulan
Penanggung jawab Panti Asuhan Guardian Holy Angel, Suster Marisa da Costa, CJD, menceritakan detik-detik terjadinya kebakaran panti itu.
Ringkasan Berita:
- Penanggung jawab Panti Asuhan Guardian Holy Angel, Suster Marisa da Costa, CJD, menceritakan detik-detik terjadinya kebakaran panti di RT 09/RW 04 Kelurahan Naikoten I Kota Kupang.
- Panti asuhan tersebut diketahui milik para suster dari ordo Canonici Regulares a Jesu Domino (CJD) atau Ordo Suster Kanonik Regular dari Yesus Tuhan.
- Di panti asuhan itu, ujar dia, ada 10 anak laki-laki dan 9 perempuan, termasuk beberapa balita dan bayi berusia lima bulan.
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Penanggung jawab Panti Asuhan Guardian Holy Angel, Suster Marisa da Costa, CJD, menceritakan detik-detik terjadinya kebakaran panti di RT 09/RW 04 Kelurahan Naikoten I Kota Kupang.
Panti asuhan tersebut diketahui milik para suster dari ordo Canonici Regulares a Jesu Domino (CJD) atau Ordo Suster Kanonik Regular dari Yesus Tuhan. Di panti asuhan itu, ujar dia, ada 10 anak laki-laki dan 9 perempuan, termasuk beberapa balita dan bayi berusia lima bulan.
Rumah tersebut kabarnya milik Bapak Emanuel Mali, SH, yang digunakan sebagai Panti Asuhan Guardian Holy Angel Kupang.
Suster Marisa mengatakan, penghuni panti yang terdiri dari anak-anak hingga suster dalam kondisi selamat. Meski sebagian barang dan berkas penting lainnya terbakar tak tersisa.
“Waktu saya ambil bayi, lalu saya duduk di luar ruang tamu bersama lima anak. Tidak lama kemudian saya dengar seperti bunyi dan seperti ada yang terbakar,” kata Suster Marisa da Costa di lokasi kejadian, Rabu (13/5).
Oleh karena curiga, Suster Marisa da Costa lalu masuk ke salah satu kamar kosong. Ia menyaksikan api sudah menyala di dinding dekat sebuah kasur yang kebetulan berada di dekat titik api muncul.
Suster Marisa da Costa lalu berteriak ketika ke warga sekitar untuk meminta bantuan. “Saya berteriak, tetapi api sudah menyala besar. Semua bagian dalam rumah tertutup asap dan gelap,” kata Suster Marisa da Costa.
Melihat api tersebut, Suster Marisa da Costa segera memanggil seluruh anak panti dan berteriak meminta pertolongan warga. Ia juga dengan sigap mengevakuasi anak-anak keluar dari rumah, termasuk menggendong seorang bayi berusia lima bulan.
Warga sekitar yang mendengar teriakan langsung berdatangan dan berupaya membantu memadamkan api. Namun, sejumlah berkas dan dokumen penting milik panti maupun penghuni tidak berhasil diselamatkan dan ikut terbakar.
Saat kejadian, kata dia, hanya ada dua suster yang berada di panti bersama 19 anak asuh. Dua suster lainnya sedang berada di luar daerah. Meski dilanda kepanikan, Sr. Marisa da Costa memastikan seluruh anak berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa maupun luka-luka.
Dikatakan Suster Marisa da Costa, akibat kebakaran itu juga seluruh dokumen penting milik panti ikut terbakar, termasuk surat tanah, dokumen pendidikan anak-anak, serta perlengkapan elektronik.
Kebakaran itu juga melenyapkan perlengkapan milik panti seperti lemari, pakaian, dan peralatan sehari-hari. Bahkan, Suster Marisa mengaku hanya ada pakaian yang tersisa di badannya. “Semua barang habis, kami hanya tersisa baju di badan. Saya sendiri hanya sisa satu baju,” kata Suster Marisa da Costa.
Secara keseluruhan, ada 19 orang anak dan 4 suster di panti tersebut. Ketika kejadian, dua suster sedang berada di Makassar. Sementara satu suster, sedang berada di Dispenduk Kota Kupang. Suster Marisa hanya sendirian di lokasi kejadian.
“Kalau saya tidur, saya tidak tahu lagi. Tidak ada anak-anak yang menjadi korban. Semua selamat. Saya terus mencari dan memastikan semua anak ada,” kata Suster Marisa da Costa.
Api dari Meteran Listrik
Salah satu warga sekitar, Yustus Lamaleta, mengatakan, kebakaran diduga bermula dari percikan api pada kabel meteran listrik di bagian depan bangunan.
"Awalnya ada percikan api pada kabel meteran listrik di bagian depan lalu menyambar ke kamar depan. Dari situ plafon mulai terbakar. Dugaan sementara ada percikan api dari kabel meteran listrik," ungkapnya.
Menurut Yustus, saat kejadian seluruh penghuni panti berada di dalam rumah.
Beruntung, saat itu banyak warga berada di sekitar lokasi karena sedang mengikuti ibadat pemakaman sehingga proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat.
"Kebetulan ada orang banyak di sini yang mengikuti ibadat pemakaman sehingga warga langsung membantu mengevakuasi anak-anak panti dan sejumlah kendaraan bermotor," jelasnya.
Ia menambahkan, kobaran api dengan cepat membesar akibat tiupan angin kencang. Api dengan mudah menyambar seluruh isi bangunan. "Kobaran api dengan cepat menyambar seluruh isi bangunan karena angin kencang," tambahnya.
Sementara itu, Steven Pello warga lainnya menduga kebakaran dipicu gangguan listrik karena api menyebar sangat cepat dari bagian depan. “Saya kebetulan ikut pemakaman di sekitar sini. Kebakaran ini kemungkinan karena listrik karena apinya cepat sekali membesar dan merambat dari depan melalui plafon,” ujarnya.
Steven mengaku ikut membantu proses penyelamatan barang-barang milik penghuni panti.
Salah satu penghuni panti asuhan, Yanse Lasa (16), mengatakan, api pertama kali terlihat dari kamar depan. Yanse menyebutkan jumlah penghuni panti sebanyak 18 anak, terdiri dari enam anak perempuan dan sisanya laki-laki.
“Ada kasur yang terbakar di kamar depan,” ujar Yanse, siswa SMKN 5 Kupang itu. Ia hanya mengenakan pakaian seragam sekolah dengan tas di belakangnya.
Yanse bersama penghuni panti lainnya menyaksikan kobaran api melahap bangunan yang ia huni sejak belasan tahun itu. Pakaian dan buku-buku sekolah tidak ada yang selamat.
Dugaan sementara, kebakaran disebabkan korsleting listrik. Warga di sekitar panti menyebutkan sumber api disinyalir berasal dari meteran listrik di bagian depan panti. Api kemudian dengan cepat merambat ke dalam melalui plafon bangunan yang sudah termakan usia itu.
Pantauan Pos Kupang di lokasi, dua mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kota Kupang dan satu truk tangki diterjunkan untuk memadamkan api. Sementara itu, aparat Kepolisian dari Polsek Kota Raja bersama petugas Pemadam Kebakaran Kota Kupang juga berada di lokasi dan membantu proses penanganan serta pengamanan tempat kejadian perkara.
Kapolsek Kota Raja, AKP Leyfrids D. Mada, SH, mengatakan, penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mencegah kebakaran, seperti memastikan kompor atau alat masak dalam keadaan mati, mematikan lampu yang tidak digunakan, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Sementara itu, Lurah Naikoten I, Budi Izaach, mengatakan pemerintah kelurahan akan segera membuat laporan resmi terkait musibah kebakaran tersebut. "Kami dari Pemerintah Kelurahan akan membuat laporan sesuai dengan kondisi yang ada," tambahnya. (uan/fan/rey)
Anak-anak Panti Butuh Perlindungan
Wakil Ketua I DPRD NTT, Fernando Osorio Soares bersama Ketua DPRD Kota Kupang, Richard E. Odja meninjau lokasi kebakaran di Panti Asuhan Guardian Holly Angel, Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja.
Kebakaran itu menghanguskan bangunan panti asuhan dan sempat menghebohkan warga sekitar. Meski demikian, seluruh penghuni panti berhasil dievakuasi sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Di lokasi kejadian, Fernando Soares dan Richard Odja bertemu langsung dengan Suster Kepala, Sr. Marissa, CJD, sekaligus berkoordinasi dengan warga Kelurahan Naikoten I yang turut membantu memadamkan api.
Dalam kunjungannya, Fernando Soares juga menyerahkan bantuan tunai kepada pihak panti asuhan sebagai bentuk kepedulian awal terhadap para korban terdampak kebakaran.
Selain itu, Fernando langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk menyiapkan tempat tinggal sementara bagi 19 anak penghuni panti. Pemerintah Provinsi NTT kemudian menyiapkan lokasi penampungan sementara di Balai Diklat Dinas Sosial Provinsi NTT di Naikoten.
Fernando Soares, Kamis (14/5) mengatakan, penanganan cepat sangat dibutuhkan karena anak-anak panti dan pengelola yayasan membutuhkan perlindungan segera.
"Terlebih lagi kita semua tahu bahwa gedung panti sudah hampir tidak tersisa, tak bisa ditempati sehingga pemerintah harus bergerak cepat untuk memberikan tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari," kata politisi Partai Gerindra itu.
Fernando mengatakan, kehadirannya bersama Richard Odja merupakan bentuk empati kepada para pengurus dan anak-anak panti asuhan. Ia juga bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
"Kami juga hadir untuk memastikan bahwa kebutuhan mereka pasca musibah ini dapat terpenuhi. Terimakasih juga kepada semua warga Kelurahan Naikoten I yang bahu-membahu memadamkan api, sikap saling peduli ini harus kita rawat bersama," kata dia.
Musibah kebakaran tersebut menjadi perhatian banyak pihak karena panti asuhan itu menampung anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan perhatian khusus. Pemerintah bersama masyarakat diharapkan dapat bergotong royong membantu pemulihan fasilitas panti agar aktivitas pengasuhan kembali berjalan normal.
Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Provinsi NTT, Adrianus memastikan seluruh korban telah dipindahkan ke lokasi yang aman. “Para korban, suster dan anak-anak sudah kami tampung di Balai Diklat Dinas Sosial Provinsi di Naikoten. Terima kasih Pak Wakil,” ujar Adrianus. (fan)
Data Anak Panti
1.Sekolah Dasar (SD)
*Laki-laki
1. Julando Un Rae
2. Albertus Meta
*Perempuan :
1. Janelfia Inansia Da creus
2. Gaundesia Un Rae
2. SMP
*Laki-laki :
1. Antonius Irfan Leu
2. Apriaunus Yosep Seran
3. Matheus Aldianus Neno
4. Oktavianus Haki
5. Norbertus Dominggus Sikone
6. Wilhelmus Beli
7. Antonius Rafi
Perempuan :
1. Graciana Elfira Funan
2. Adriana Amsanan
3. Theresia Tefa
4. Stevani Neno
5. Stefani Anisa Fuan
3. SMA
Laki-laki :
1. Antonius Yansen Lasa
2. Gian
4.Belum Sekolah:
1. Agresia (P)
2. Arjelo (L)
5.Bayi 6 Bulan
*Nikolas
6.Kebutuhan
*Pakaian anak laki-laki
*Pakaian dalam anak laki-laki
*Pakaian dalam anak perempuan
*Pembalut
*Pakaian bayi 8 bulan
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| BREAKING NEWS: Diduga Korban Mutilasi, Sosok Mayat Pria Ditemukan di Pantai Ingguhun |
|
|---|
| Ramalan Shio Besok 17 Mei 2026: Shio Kambing Tarik Rezeki, Shio Ayam Hindari Gosip |
|
|---|
| 12 Ramalan Zodiak Cinta 17 Mei 2026: Aries Harus Lebih Peka, Virgo Dipenuhi Cinta |
|
|---|
| 5 Zodiak Paling Beruntung Besok 17 Mei 2026: Gemini Bersinar, Capricorn Panen Kesuksesan |
|
|---|
| Sosok Niken Tuan : Meneguhkan Komitmen Iman di Altar GMIT Efata Bello |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/RUMAH-PANTI-ASUHAN-TERBAKAR-10.jpg)