Anak Tenggelam di Ranamese
Tragedi Danau Ranamese, DPP GMNI Soroti Lemahnya Pengawasan Kawasan Wisata
DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menyoroti lemahnya pengawasan di kawasan wisata Danau Ranamese
Ringkasan Berita:
- DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menyoroti lemahnya pengawasan di kawasan wisata Danau Ranamese
- Sorotan DPP GMNI ini menyusul insiden memilukan yang merenggut nyawa seorang anak
- Peristiwa tragis itu dinilai sebagai bukti nyata kelalaian pengawasan serta lemahnya standar keselamatan publik
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar
POS-KUPANG.COM, BORONG– DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menyoroti lemahnya pengawasan di kawasan wisata Danau Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, menyusul insiden memilukan yang merenggut nyawa seorang anak.
Peristiwa tragis itu dinilai sebagai bukti nyata kelalaian pengawasan serta lemahnya standar keselamatan publik di salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah tersebut.
Pernyataan ini disampaikan oleh DPP GMNI melalui Ketua Bidang Pertanian dan Perikanan, Ferdinado Saferi, kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (9/5/2026).
Menanggapi kejadian tersebut, GMNI mendesak Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur bersama pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja petugas Taman Wisata Alam Ruteng serta Dinas Pariwisata setempat.
Baca juga: Anak yang Tenggelam di Danau Ranamese Ditemukan Tim SAR Gabungan Jarak 20 Meter dari Titik Tenggelam
Kritik keras juga disampaikan terkait ketimpangan prioritas petugas di lapangan. Petugas dinilai sangat progresif dalam urusan penagihan retribusi, namun abai menjalankan fungsi pengawasan keamanan bagi pengunjung.
"Sikap tegas petugas hanya terlihat saat menagih uang masuk. Bahkan pengunjung dilarang masuk jika tidak membayar. Namun, ketegasan yang sama tidak terlihat dalam pengawasan keselamatan di area danau. Fungsi pengawasan keselamatan sama sekali tidak berjalan," ujar pria yang kerap di sapa Bung Akar, Ia menampung berbagai keluhan warga yang berkunjung ke tempat wisata alam ini.
Menyikapi situasi itu, GMNI menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak Bupati Manggarai Timur dan Kepala BKSDA melakukan evaluasi total terhadap kinerja pegawai TWA Ruteng serta Dinas Pariwisata.
Tupoksi kerja mereka dinilai tidak jelas karena lebih menyerupai penagih pajak ketimbang pengelola kawasan wisata yang bertanggung jawab atas kenyamanan dan keselamatan publik.
Baca juga: Pemkab Manggarai Timur Bantu Keluarga Korban Tenggelam di Danau Ranamese
Kedua, meminta dilakukan audit menyeluruh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan di Danau Rana Mese. Hal itu mencakup ketersediaan penjaga danau, rambu-rambu peringatan bahaya yang memadai, serta alat penyelamatan darurat yang siap digunakan.
Ketiga, mendesak pemerintah daerah segera turun tangan memberikan bantuan nyata dan santunan kepada keluarga korban. Pemerintah dinilai harus hadir sebagai representasi negara dalam meringankan beban duka yang dialami warga.
GMNI menegaskan tragedi ini harus menjadi momentum perbaikan tata kelola pariwisata di Manggarai Timur.
Keselamatan pengunjung, menurut mereka, tidak boleh ditukar hanya demi mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Nyawa manusia jauh lebih berharga daripada lembaran tiket masuk.
Baca juga: Korban Tenggelam Ditemukan di Danau Ranamese Setelah Sang Ibu Berdoa
Diketahui, bocah SD korban tenggelam di Danau Rana Mese, meregang nyawa. GAN (10) merupakan warga, kampung karas desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Manggarai Timur.
Kejadian na’as ini terjadi, pada 4 Mei 2026. Ia diduga tenggelam saat berenang bersama teman-temannya di danau tersebut sekitar pukul 14.00 Wita.
Pencarian korban sempat mengalami kendala karena sedimen lumpur yang terlalu dalam di dasar danau.
Namun pada Rabu (06/05/2026) Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan GAN (10), dalam kondisi meninggal dunia. (Cha)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Tim-SAR-Gabungan-saat-mencari-korban-GAN-tenggelam-di-Danau-Ranamese.jpg)