Minggu, 12 April 2026

NTT Terkini

Polikarpus Do Sebut Gerakan Literasi dari Timur Kian Melesat

Karena itu, kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dinilai krusial untuk menjaga tren positif ini.

|
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG. COM/RAY REBON
Polikarpus Do, Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) NTT 

Ringkasan Berita:
  • Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menorehkan capaian membanggakan dengan menempati peringkat pertama sebagai daerah dengan minat baca tertinggi di IndonesiaData terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026 mencatat NTT meraih skor 62,05 poin
  • Ketua Literasi NTT sekaligus Ketua Forum TBM NTT, Polikarpus Do, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menorehkan capaian membanggakan dengan menempati peringkat pertama sebagai daerah dengan minat baca tertinggi di Indonesia. 

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026 mencatat NTT meraih skor 62,05 poin, mengungguli sejumlah provinsi lain di Tanah Air.

Di posisi berikutnya, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat 61,19 poin, disusul Sumatera Selatan dengan 60,86 poin, serta Maluku Utara yang meraih 60,66 poin.

Sejumlah provinsi lain yang masuk 10 besar antara lain Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau.

Baca juga: Dinas Perpustakaan Rote Ndao Dorong Minat Baca Lewat Digitalisasi dan Perluasan Layanan

Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa budaya literasi di NTT terus mengalami peningkatan signifikan. Berbagai program pemerintah yang berpadu dengan gerakan komunitas dinilai menjadi faktor kunci, termasuk kehadiran taman baca masyarakat (TBM), perpustakaan, serta inisiatif literasi berbasis warga hingga ke pelosok daerah.

Ketua Literasi NTT sekaligus Ketua Forum TBM NTT, Polikarpus Do, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak.

“Ini bukan kerja satu pihak, tetapi hasil kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan para pegiat literasi di NTT yang terus bergerak hingga ke pelosok,” ujarnya, Selasa (7/4/2026). 

Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi pemicu untuk memperluas akses literasi, terutama di wilayah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas.

“Tantangan kita ke depan adalah memastikan bahan bacaan dan fasilitas literasi bisa menjangkau semua lapisan masyarakat secara merata,” katanya. 

Meski mencatat prestasi tertinggi, ujar dia, NTT masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama terkait pemerataan akses bahan bacaan dan kualitas fasilitas pendidikan.

Karena itu, kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dinilai krusial untuk menjaga tren positif ini.

Dengan posisi puncak nasional, kata dia, NTT diharapkan mampu menjadi role model dalam membangun budaya membaca sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

Menurut dia, itu berarti fakta bahwa wilayah Indonesia Timur seperti NTT dan NTB mampu memimpin daftar minat baca nasional sekaligus menegaskan bahwa semangat literasi tumbuh kuat dan merata di seluruh penjuru negeri. (fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved