Kamis, 14 Mei 2026

Editoral

Editorial: Bangun Jalan Alternatif

JEMBATAN Asam Tiga di Kilometer 36, tepat di depan Mako Brigif 21/Komodo, Naibonat, Kabupaten Kupang, amblas hingga putus total

Tayang:
POS-KUPANG.COM/ALEXANDRO NOVALIANO DEMON PAKU
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, meninjau langsung kondisi Jembatan Asam Tiga di Kilometer 36, Naibonat, Kabupaten Kupang, yang amblas dan putus total, Kamis (26/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • JEMBATAN Asam Tiga di Kilometer 36, tepat di depan Mako Brigif 21/Komodo, Naibonat, Kabupaten Kupang, amblas hingga putus total pada Kamis (26/3/2026) pagi.
  • Badan jembatan itu amblas sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat. 
  • Akibatnya arus lalu lintas di ruas Jalan Timor Raya terganggu. Terjadi antrean panjang kendaraan di jalur alternatif yang sempit.
  •  
 

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - JEMBATAN Asam Tiga di Kilometer 36, tepat di depan Mako Brigif 21/Komodo, Naibonat, Kabupaten Kupang, amblas hingga putus total pada Kamis (26/3/2026) pagi.

Badan jembatan itu amblas sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Akibatnya arus lalu lintas di ruas Jalan Timor Raya terganggu. Terjadi antrean panjang kendaraan di jalur alternatif yang sempit.

Letak jembatan yang amblas tersebut  berada di jalur utama Trans Pulau Timor yang menghubungkan Kota Kupang dengan lima kabupaten lainnya di Pulau Timor, yakni Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka. 

Jalur ini juga merupakan akses penting dari Kota Kupang menuju perbatasan negara Republik Demokratik Timor Leste.

Kerusakan jalan dan jembatan di jalur ini otomatis mengganggu mobilitas manusia, barang dan jasa. Dampak ikutannya sangat besar kalau kerusakan tidak segera diatasi. 

Kita beri apresiasi kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT yang bergerak cepat menangani putusnya Jembatan Asam Tiga. Petugas langsung menyiapkan jembatan sementara dan mengerahkan alat berat ke lokasi.

Atensi luar biasa pun datang dari Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma yang bergegas ke lokasi. Selain meninjau kerusakan, wakil gubernur memberi arahan agar instansi teknis segera mengatasi amblasnya jalan tersebut.

Kerusakan Jembatan Asam Tiga dipicu oleh faktor cuaca dan kondisi alam di sekitar lokasi yang menyebabkan retakan panjang hingga ke badan jembatan. Derasnya arus sungai selama musim hujan memperparah retakan tersebut sehingga berdampak pada penurunan kualitas struktur jalan.

Jalan putus menjadi berita utama media massa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut laporan wartawan Pos Kupang, sepekan terakhir terjadi jalan putus di berbagai daerah di NTT.

Sebelum Jembatan Asam Tiga, jalan putus melanda 10 desa di wilayah Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka. Jalan rusak pun terjadi di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Malaka. 

Pemerintah daerah perlu mencari solusi jangka pendek, menengah, maupun panjang. Sebagai langkah jangka pendek, perlu dibangun jembatan darurat di lokasi ambruknya Jembatan Asam Tiga serta perbaikan kerusakan jalan di beberapa wilayah NTT tersebut.

Sembari menunggu pembangunan kembali jalan utama yang rusak, pemerintah perlu menyediakan jalur alternatif. Meskipun jaraknya lebih jauh, setidaknya jalur tersebut dapat dibuka untuk memperlancar akses masyarakat.

Demi kenyamanan pengguna jalan di jalur sementara, kepolisian berkoordinasi dengan instansi terkait dalam menangani arus lalu lintas.

Aparat keamanan diharapkan bersiaga di lokasi. Hal ini penting untuk mencegah adanya oknum yang memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi, seperti menetapkan tarif liar bagi pengendara yang melintas. Jika  tidak diawasi, masyarakat umum dan pengguna jalan sangat dirugikan. 

Kita tentu berharap agar pembangunan kembali Jembatan Asam Tiga atau perbaikan ruas jalan yang rusak di berbagai daerah di NTT dapat segera dilakukan agar akses transportasi kembali lancar. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved