NTT Terkini
Persentase Penduduk Miskin NTT Turun Jadi 17,50 Persen
BPS mencatat, jumlah penduduk miskin di Provinsi NTT pada September 2025 mencapai 1,03 juta orang.
Ringkasan Berita:
- Persentase penduduk miskin di NTT tercatat sebesar 17,50 persen, turun 1,10 persen poin dibandingkan Maret 202
- BPS mencatat, jumlah penduduk miskin di Provinsi NTT pada September 2025 mencapai 1,03 juta orang
- Secara persentase, tingkat kemiskinan pada September 2025 tercatat 17,50 persen, lebih rendah dibandingkan Maret 2025
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat penurunan tingkat kemiskinan pada September 2025.
Persentase penduduk miskin di NTT tercatat sebesar 17,50 persen, turun 1,10 persen poin dibandingkan Maret 2025 dan turun 1,52 persen poin dibandingkan September 2024.
Hal tersebut disampaikan dalam rilis resmi BPS Provinsi NTT tentang Profil Kemiskinan di Provinsi NTT September 2025 yang diterima POS-KUPANG.COM, Senin (9/2/2026).
BPS mencatat, jumlah penduduk miskin di Provinsi NTT pada September 2025 mencapai 1,03 juta orang. Jika dibandingkan dengan Maret 2025, jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 57,09 ribu orang. Sementara dibandingkan September 2024, jumlah penduduk miskin menurun sebanyak 76,24 ribu orang.
Secara persentase, tingkat kemiskinan pada September 2025 tercatat 17,50 persen, lebih rendah dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 18,60 persen, serta September 2024 yang berada di angka 19,02 persen.
Dalam rilis tersebut, BPS juga memaparkan perkembangan tingkat kemiskinan di Provinsi NTT pada periode September 2014 hingga September 2025. Secara umum, tingkat kemiskinan di NTT menunjukkan tren menurun, baik dari sisi jumlah maupun persentase penduduk miskin.
Namun demikian, BPS mencatat adanya beberapa periode kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin. Kenaikan tersebut terjadi pada Maret 2015 dan September 2022, yang dipengaruhi oleh meningkatnya harga barang kebutuhan pokok sebagai dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Baca juga: BPS NTT Ungkap Sekat Kemiskinan Desa–Kota Kian Lebar, Desa Hampir Tiga Kali Lebih Tinggi
Selain itu, peningkatan jumlah dan persentase penduduk miskin juga terjadi pada Maret 2020 dan September 2020, seiring adanya pembatasan mobilitas penduduk akibat pandemi Covid-19 yang melanda Provinsi NTT.
Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2025 hingga September 2025, jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan mengalami penurunan sebesar 9,31 ribu orang, sedangkan di wilayah perdesaan turun sebesar 47,78 ribu orang.
Persentase kemiskinan di daerah perkotaan tercatat menurun dari 7,68 persen pada Maret 2025 menjadi 6,96 persen pada September 2025. Sementara itu, persentase kemiskinan di perdesaan juga mengalami penurunan dari 22,66 persen menjadi 21,48 persen pada periode yang sama.
Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi kesejahteraan masyarakat di Provinsi NTT, meskipun tantangan pengentasan kemiskinan masih perlu terus menjadi perhatian bersama. (uan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
| PELNI Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen Selama Libur Sekolah |
|
|---|
| Hadirkan Produk Unggulan Melalui OSOP, Gubernur Melki Apresiasi SMA Negeri 5 Kupang |
|
|---|
| BERITA POPULER : Stok Pertalite di Kota Kupang Aman, Pensiunan Guru di TTS Ditemukan Meninggal |
|
|---|
| SMA Negeri 5 Kupang jadi Model Pendidikan Berkualitas, OSOP Keripik Pisang Resmi Diluncurkan |
|
|---|
| Anggota DPRD NTT Antonius Landi Tanggapi Wacana Pembatasan Penggunaan Kendaraan Dinas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ilustrasi-penduduk-miskin.jpg)