Rabu, 29 April 2026

CPNS 2026

Resmi dari BKN, Formasi CPNS 2026 Bakal Dirilis Mei, Pendaftaran Dibuka Bulan Juni

Kabar gembira yang ditunggu-tunggui akhirnya datanga juga, BKN resmi menyampaikan Formasi CPNS 2026 bakal dirilis Mei, Pendaftaran dibuka Juni

Tayang:
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
Kemenkom Info
PENDAFTARAN CPNSW 2026 DIBUKA JUNI - Seleksi CPNS Kementerian Agama 2024. Resmi dari BKN, Formasi CPNS 2026 Bakal Dirilis Mei, Pendaftaran Dibuka Bulan Juni, 

POS-KUPANG.COM - Kabar gembira yang ditunggu-tunggu jutaan orang akirnya datang juga.

Kabar itu datang dari Badan Kepegawaian Negara ( BKN ) tentang kepastian Rekrutmen CPNS 2026.

Secara resmi, BKN menyampaikan bahwa Formasi CPNS 2026 akan dirilis pada bulan Mei dan Pendaftaran dibuka Juni 2026.

Kabar gembira tersebut dismpaikan Plt Direktur Perencanaan Kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) BKN, Muhammad Ridwan dalam konferensi pers secara daring pada Kamis (16/4/2026).

Muhammad Ridwan mengatakan, Formasi CPNS 2026 seharusnya sudah bisa dirilis Menteri PAN RB pada Mei dan pendaftaranya Juni.

"Sehingga pada akhir bulan Mei tahun ini tahun 2026, mestinya formasi untuk masing-masing instansi itu bisa dikeluarkan oleh Menteri PAN-RB dan proses seleksi ASN-nya bisa mulai berlangsung setelah itu yaitu bulan Juni 2026," kata Muhammad Ridwan dikutip dari YouTube BKN, Minggu (19/4/2026), via Tribunnews.

Ridwan juga menjelaskan terkait timeline penyusunan pertimbangan teknis soal kebutuhan formasi ASN 2026.

Baca juga: 82 CPNS Pemerintah Kabupaten TTU Bakal Mengikuti Latsar di Kota Kupang 

Ridwan mengatakan MenPAN RB sudah menerbitkan surat edaran yang berisi permintaan agar instansi terkait bisa mengirimkan formasi yang dibutuhkan.

Adapun surat edaran itu sudah terbit sejak Maret 2025 lalu.

Ia mengungkapkan seluruh pengajuan kebutuhan tersebut diolah oleh BKN.

"Kemudian ketika akhir Maret 2025, instansi telah menyerahkan kepada kami (terkait kebutuhan formasi ASN), kami punya waktu sekitar tiga bulan yaitu April, Mei, Juni (2025)," jelasnya.

"Sampai dengan pada bulan Juli 2025, kami wujudkan verifikasi dan validasi oleh BKN itu dalam wujud Dokumen Pertimbangan Teknis Nasional yang ditandatangani oleh Kepala BKN dan diserahkan ke Ibu Menteri PAN-RB," jelas Ridwan.

Selanjutnya, Ridwan mengatakan dokumen tersebut diberikan kepada Kementerian PAN-RB agar menjadi panduan dalam merancang jumlah kebutuhan formasi yang dibutuhkan untuk tahun 2026.

Ia mengungkapkan dokumen itu telah diterima Kementerian PAN-RB pada pertengahan tahun 2025.

"Dalam jangka waktu sembilan bulan sampai satu tahun, teman-teman di Kementerian PAN-RB punya waktu untuk merancang kembali dengan hire level hierarchy tentang perencanaan kebutuhan ASN nasional untuk tahun berikutnya atau tahun ini 2026," jelasnya.

Ia menuturkan setelah itu, tahapan berlanjut dengan Kementerian PAN-RB meminta pertimbangan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait alokasi pembiayaan seleksi CPNS 2026.

Dia mengatakan hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Menteri PAN-RB akan meminta pendapat ke Menteri Keuangan apakah pertimbangan teknis yang diusulkan Kepala BKN dapat dibiayai dengan APBN atau APBD. Gampangnya apakah belanja pegawainya tersedia," tuturnya.

Baca juga: Bupati Falenntinus Tutup Kegiatan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Bidang CPNS Kabupaten TTU 2026

Rasio ASN Indonesia Lebih Kecil Dibanding Malaysia dan Thailand

Lebih lanjut, Ridwan menjelaskan rasio ASN di Indonesia dibanding penduduk sebesar 2,4 persen.

Dalam pemaparannya, total ASN di Indonesia saat ini mencapai 6,7 juta orang.

Sementara, total penduduk Indonesia mencapai 285 juta orang.

"Rasio ASN di Indonesia sebesar 2,4 persen atuau 23,56 ASN per 1.000 penduduk," demikian tertulis dalam slide pemaparan yang ditampilkan Ridwan.

Rasio tersebut, sambungnya, lebih kecil dengan negara lain seperti Malaysia ataupun Thailand.

Adapun total ASN di Malaysia sebanyak 1,7 juta orang dengan jumlah penduduk mencapai 34 juta orang. Sehingga rasionya adalah 5 persen.

Sedangkan Thailand, pegawai ASN mencapai 2,7 juta orang dengan total penduduk sebanyak 71 juta orang. Rasionya yakni, 3,8 persen.

Baca juga: KemenPAN-RB Bocorkan Kuota CPNS 2026 Jika Menggunakan Skenario Zero Growth

Jumlah ASN Bakal Ditingkatkan

Berkaca dari data tersebut, Ridwan menyebut akan adanya peningkatan rasio jumlah ASN menjadi 3-3,4 persen atau 30-34 ASN per 1.000 penduduk.

"Bahwa untuk menopang Asta Cita, Indonesia perlu bergerak dari rasio 2,4 persen menjadi 3 atau 3,4 persen," tuturnya."

Namun, dia menjelaskan tujuan tersebut bisa tercapai bukan tanpa tantangan yaitu perlunya perencanaan yang matang terkait kebutuhan formasi ASN yang diperlukan.

Ridwan mengatakan peningkatan rasio jumlah ASN juga harus disertai perbaikan pelayanan publik.

"Tapi tidak sekedar itu, ada beberapa hal yang mungkin perlu diketahui bahwa perencanaan kebutuhan ini ada di hulu atau awal titik manajemen ASN."

"Sehingga kita semua merancang dan menjamin bagaimana agar layanan publik ini lebih baik yaitu tepat, merata, dan berdampak," katanya. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved