Senin, 20 April 2026

Internasional Terkini

Iran kembali Tutup Selat Hormuz, Mojtaba Khamenei Ledek AS-Israel

Padahal, sebelumnya Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan akan membuka kembali Selat Hormuz.

Editor: Ryan Nong
File: ISNA/ Foto AP
ILUSTRASI - Dua kapal tanker minyak di dekat Selat Hormuz yang strategis dilaporkan diserang pada Juni 2019. Terbaru Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026). 

POS-KUPANG.COM, TEHERAN -- Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026). Penutupan selat yang menjadi jalur penghubung laut di teluk ke Samudera Hindia dilakukan setelah AS kembali melakukan blokade terhadap kapal yang akan masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.

Padahal, sebelumnya Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan akan membuka kembali Selat Hormuz.

Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei meledek Amerika Serikat (AS)-Israel setelah Selat Hormuz kembali ditutup. Khamenei menggaungkan kekuatan militer Iran, dan meledek AS-Israel akan mendapat kekalahan menyedihkan yang baru.

Pernyataan tersebut diungkapkan Mojtaba Khamenei, Sabtu (18/4/2026), setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz.

Baca juga: PM Italia Bela Paus Leo soal Iran, Trump Meradang

Keseriusan Iran menutup Selat Hormuz kembali terlihat setelah dilaporkan Garda Revolusi Iran (IRGC) menembaki dua kapal yang berusaha melewati Selat Hormuz.

“Seperti halnya drone Iran menyerang secepat kilat ke AS dan penjahat Zionis, Israel, Angkatan Laut (Iran) yang berani telah menyiapkan untuk memberikan kekalahan baru kepada musuh,” bunyi postingan Khamenei di akun Telegram-nya dikutip dari New York Post.

“Tentara itu, seperti anak bangsa, yang tumbuh dari lubuk hati rumah-rumah rakyat,” tambahnya.

Ia juga menegaskan tentara Iran dengan gagal berani akan membela tanah, aor, dan bendera negaranya.

“Tentara Iran berdiri berdampingan dengan rekan-rekan dari angkatan bersenjata lain, memerangi dua pasukan utama kekafiran dan kesombongan,” tulisnya.

“Dan tentara Islam telah mengungkap kelemahan dan penghinaan pasukan-pasukan tersebut kepada dunia,” lanjut Khamenei.

Keadaan ini diyakini membuat Iran-AS kembali panas di tengah gencatan senjata mereka. Apalagi, perundingan damai kedua dilaporkan akan kembali dilakukan pada pekan depan.

Pernyataan Mojtaba Khamenei bertentangan dengan apa yang diungkapkan Presiden AS Donald Trump.

Pada, Senin (13/4/2026), Trump mengatakan militer Iran telah sepenuhnya dikalahkan.

“Militer mereka telah dihancurkan, seluruh angkatan laut mereka telah tenggelam. Sebanyak 150 kapal telah hilang, AL mereka telah hilang,” kata Trump saat itu.

“Saya pikir Iran sudah dalam kondisi buruk. Saya pikir mereka telah putus asa. Kita telah melakukan pertemuan sepanjang 21 jam. Kami mengerti situasi saat ini lebih dari orang lain, dan Iran dalam kondisi buruk,” sambungnya. (*)

 

Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved