Senin, 20 April 2026

KKB Papua

Usai Kontak Tembak, Satgas Damai Cartenz Sisir Perlintasan KKB Yahukimo

Penyisiran dilakukan pasca kontak tembak di Kampung Samboga, Distrik Seredala pada Rabu (15/4/2026). 

Editor: Ryan Nong
TRIBUNNEWS.COM
ILUSTRASI - Personel Satgas Damai Cartenz mendengarkan arahan sebelum menyelidiki serangan KKB di Yahukimo, Papua Pegunungan. Pasca baku tembak di Seredala, personel melakukan penyisiran perlintasan KKB Yahukimo. 

POS-KUPANG.COM, YAHUKIMO -- Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Yahukimo.

Penyisiran dilakukan pasca kontak tembak di Kampung Samboga, Distrik Seredala pada Rabu (15/4/2026). 

Dalam pengejaran yang dilakukan sejak Jumat-Sabtu itu, petugas menyisir sejumlah titik yang menjadi lokasi perlintasan maupun persinggahan KKB Yahukimo.

Baca juga: KKB Serang Tiga Wilayah di Puncak, Ratusan Warga Mengungsi

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz, AKBP Andria mengatakan, penyisiran ini sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Selain itu juga memastikan area dalam kondisi aman dan meminimalisasi potensi ancaman KKB.

“Pasca kejadian tersebut, kami langsung melakukan penyelidikan dan pendalaman, kemudian dilanjutkan dengan pengejaran terhadap pelaku. Kegiatan patroli taktis dan penyisiran selama dua hari ini untuk memastikan situasi tetap terkendali,” kata AKBP Andria, Minggu (19/4/2026).

Temukan Berbagai Senjata

Dalam penyisiran yang dilakukan, Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil menemukan sejumlah senjata tajam yang tersimpan di sebuah camp yang diduga kuat milik KKB Yahukimo.

“Dalam penyisiran yang dilakukan, anggota menemukan sebuah camp yang diduga menjadi tempat persinggahan KKB Kodap XVI Yahukimo. Dari camp itu, anggota mengamankan sejumlah alat tajam diduga milik KKB, di antaranya, 133 anak panah, 17 busur panah, 8 bilah parang, 3 buah kapak, 1 kapak kayu, 6 pucuk senapan angin, 1 bilah pisau sangkur, serta 1 unit telepon genggam,” ungkap AKBP Andria.

AKBP Andria menyebut, penyisiran ini merupakan bagian dari metode pengamanan yang dilakukan secara terukur, dengan mengedepankan deteksi dini guna mencegah potensi gangguan keamanan.

“Seluruh barang yang ditemukan langsung disita. Kami terus berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Papua, khususnya di wilayah Yahukimo, melalui langkah preventif, preemtif, serta penegakan hukum yang dilakukan secara profesional, tegas, dan terukur,” pintanya.

Pasca temuan ini, AKBP Andria menegaskan bahwa patroli dan penyisiran akan terus ditingkatkan.

“Patroli taktis dan penyisiran dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif untuk memastikan wilayah tetap aman. Kami terus mengedepankan langkah terukur guna meminimalisasi potensi gangguan keamanan,” ujarnya. (*)

 

Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved