Sabtu, 25 April 2026

Perang Israel Iran

Iran Sengaja Menguras Anggaran Perang Amerika Serikat-Israel

Pemerintah Iran secara sporadis namun terencana menyerang Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.

Editor: Alfons Nedabang
Tangkapan layar X/@RT_com
SEJJIL - Foto ilustrasi. Rudal Balistik Sejjil saat dipamerkan sebelum diluncurkan Irak ke wilayah Israel. 

POS-KUPANG.COM - Pemerintah Iran secara sporadis namun terencana menyerang Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah dengan rudal buatannya. 

Sementara, di pihak AS-Israel mencegat serangan rudal musuh dengan sistem pertahanan udara seperti Arrow dan Patriot. Serangan berhasil diredam, dengan total 332 unit rudal Iran ditembak jatuh.

Masalahnya, sistem pertahanan Arrow dan Patriot mempunyai ongkos operasional tinggi. Satu unit rudal berharga 2,5 juta dollar AS (sekitar Rp 42 miliar, kurs Rp 16.900).

Di lain pihak, Iran menembakkan rudal murah di mana per unitnya dihargai 100 ribu dollar AS (Rp 1,6 miliar). Perbandingan ongkos operasional ini menjadi masalah besar bagi AS-Israel.

"Kesenjangan itu sangat bermasalah. Membangun rudal di Iran mungkin hanya membutuhkan biaya beberapa ratus ribu dollar, sementara pencegatnya berharga jutaan dollar, terutama jika kita berbicara tentang sistem seperti Arrow," jelas ahli Timur Tengah Institute for National Security Studies, Danny Citrinowicz dikutip dari _Fox News_, Kamis (26/3/2026).

Danny menduga, Iran sengaja menguras anggaran perang AS-Israel dengan salvo rudalnya berkali-kali. Teheran tak ada ruginya melancarkan serangan seperti ini, jika lolos mengenai target, apabila ditangkis merugikan musuh dari sisi ekonomi.

"Lebih mudah dan cepat untuk memproduksi rudal daripada membangun (sistem) pencegat. Itu bukan rahasia," tambahnya.

Baca juga: Dua Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melintasi Selat Hormuz, Pemerintah Negosiasi dengan Iran

Selain rudal, Iran juga memproduksi drone Shahed-136 yang mampu membawa 200 kilogram hulu ledak konvensional. Shahed-136 cuma dihargai paling mahal Rp 506 juta dan bisa diproduksi sebanyak mungkin dalam waktu singkat.

Mengutip _Modern Diplomacy_, strategi serangan Iran tampaknya dirancang untuk menguji kemampuan pertahanan udara Israel hingga batas maksimalnya. 

Rudal balistik bergerak dengan kecepatan dan ketinggian yang sangat tinggi, sehingga sulit untuk dicegat.

Beberapa rudal Iran dilaporkan dilengkapi dengan amunisi tandan, yang melepaskan banyak sub-amunisi dan mempersulit upaya pencegatan.

Hal ini untuk mengosongkan stok rudal pencegat AS-Israel. "Israel dan Amerika Serikat jelas memiliki persediaan rudal pencegat yang besar namun terbatas.

Beberapa analis berspekulasi bahwa Iran mungkin menyimpan teknologi rudal yang lebih canggih untuk fase-fase selanjutnya dari perang," jelasnya.

Disinyalir konflik di Timur Tengah adalah soal seberapa tahan perekonomian pihak-pihak yang terlibat mampu membiayai perang. (*)

Sumber: Kompas.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved