Jumat, 10 April 2026

Internasional Terkini

Israel Serang Pimpinan Hamas di Qatar

Doha sendiri selama bertahun-tahun dikenal sebagai markas para pemimpin Hamas di luar negeri.

Editor: Ryan Nong
TRIBUNNEWS/BRIGADE AL-QUDS
ILUSTRASI - Anggota Brigade Al-Quds diapit oleh anggota Brigade Al-Qassam (sayap militer Hamas) saat berpatroli selama pertukaran tahanan gelombang ke-3 Kamis (30/1/2025). 

POS-KUPANG.COM, DOHA - Israel telah melancarkan serangan terhadap pimpinan Hamas di Doha, Qatar. Serangan pada Selasa (9/9/2025) itu menjadi yang pertama bagi Israel melancarkan operasi militer di wilayah Qatar

Dikutip dari Kompas yang melansir CNN, dentuman ledakan terdengar di ibu kota Qatar menandai serangan itu. Informasi disampaikan oleh seorang sumber dari Israel kepada CNN setelah ledakan terdengar di ibu kota Qatar. Sumber tersebut tidak merinci siapa yang menjadi sasaran. 

Doha sendiri selama bertahun-tahun dikenal sebagai markas para pemimpin Hamas di luar negeri.

Tak lama setelah ledakan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengeluarkan pernyataan resmi. IDF menyampaikan, mereka telah menargetkan pimpinan senior Hamas melalui serangan presisi dalam operasi bersama dengan badan kontraintelijen Shin Bet.

Baca juga: Netanyahu Klaim Israel Menangkan Perang 12 Hari

Pernyataan itu tidak menyebutkan lokasi pasti serangan, tetapi mengindikasikan bahwa operasi dilakukan di luar Gaza. 

"Selama bertahun-tahun, para anggota pimpinan Hamas ini telah memimpin operasi organisasi teroris, bertanggung jawab langsung atas pembantaian brutal 7 Oktober, serta mengatur dan mengendalikan perang melawan Israel," demikian keterangan IDF.

Seorang pejabat senior Hamas mengonfirmasi kepada CNN bahwa para negosiator kelompok itu menjadi target serangan di Doha.

Pada Senin (8/9/2025), kepala negosiator Hamas, Khalil Al Hayya, diketahui bertemu dengan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani di Doha. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al Ansari mengatakan, negaranya mengutuk sekeras-kerasnya serangan tersebut.

Menurutnya, serangan tersebut dilakukan terhadap bangunan tempat tinggal yang dihuni beberapa anggota biro politik Hamas, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

"Serangan kriminal ini merupakan pelanggaran berat terhadap semua hukum dan norma internasional serta ancaman serius terhadap keamanan dan keselamatan warga Qatar dan penduduk Qatar," demikian bunyi pernyataan dari Al Ansari.

Dia menambahkan, Qatar tidak akan menoleransi perilaku Israel tersebut serta intervensinya yang berkelanjutan terhadap keamanan regional.

"Investigasi sedang dilakukan di tingkat tertinggi, dan rincian lebih lanjut akan diumumkan segera setelah tersedia," ujar Al Ansari. (*)

 

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved