Kamis, 7 Mei 2026

Sosok dan Profil

Sosok Arifin Sa’ban, Driver yang Mengabdikan Diri Secara Total dalam Senyap

Bagi Arifin, kepercayaan yang diberikan pimpinan untuk mengantarkan dengan selamat bukan sekadar tugas, melainkan bentuk kehormatan

Tayang:
Penulis: Edi Hayong | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO
SOSOK- Sosok Arifin Sa’ban sang driver Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Dari balik roda mobil dinas yang melaju mengantar seorang kepala dinas dari satu agenda ke agenda lainnya, ada sosok sederhana yang bekerja dalam diam, penuh tanggung jawab, dan kesetiaan. 

Dia adalah Arifin Sa’ban, pria kelahiran Lamakera, Pulau Solor, Flores Timur, 25 Oktober 1986, yang kini mengabdikan diri sebagai driver Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.

Setiap hari, Arifin menjalani rutinitas yang bagi sebagian orang tampak biasa, namun sesungguhnya menyimpan kisah suka dan duka yang tak sedikit. 

Saat ditemui di Kantor Dinas Dikbud Kota Kupang, Jumat (12/9/2025), ia menuturkan bahwa menjadi sopir pimpinan instansi pemerintah memiliki sisi unik tersendiri.

Sebab bagi Arifin, kedekatan dengan pimpinan adalah sebuah pengalaman berharga. 

Baca juga: Sosok Andreas Asanban, Difabel yang Mengais Rejeki Melalui Pijat Reflektif

“Saya bisa belajar langsung dari cara berpikir dan gaya kepemimpinan pimpinan Dikbud Kota Kupang,” ungkapnya. 

Ia mengaku banyak mendapat kesempatan mengikuti kepala dinas ke berbagai tempat.

Mulai dari rapat resmi, kunjungan kerja ke beberapa tempat, hingga perjalanan dinas ke luar kota. Dari sanalah, jejaring dan pengalaman hidupnya semakin luas.

Bagi Arifin, kepercayaan yang diberikan pimpinan untuk mengantarkan dengan selamat bukan sekadar tugas, melainkan bentuk kehormatan. 

Stabilitas pekerjaan yang dimilikinya sebagai tenaga resmi juga membuat ia merasa lebih tenang dibandingkan ketika masih bekerja mandiri.

Baca juga: Sosok Marlion Elim Resmi Pimpin IDI Cabang Kupang, Ajak Dokter Kolaborasi

Namun, di balik itu semua, ada sisi lain yang sering tak terlihat mata. Jam kerja Arifin tak pernah menentu. 

Ia harus siap kapan saja, bahkan di luar jam kantor, malam hari, akhir pekan, atau hari libur, jika pimpinan memiliki agenda mendadak.

“Tanggung jawabnya besar, karena menyangkut keselamatan pimpinan. Kesalahan kecil bisa berakibat besar,” tuturnya dengan nada serius. 

Tak jarang ia merasa kelelahan, baik fisik maupun mental, karena perjalanan jauh, menunggu lama di lokasi kegiatan, hingga tetap siaga meski hanya menunggu di parkiran.

Tekanan situasi, kondisi jalan yang kadang buruk, cuaca yang tak menentu, serta permintaan mendadak, menambah beban tersendiri. 

Baca juga: Sosok Fanty Koeanan, Merajut Mimpi dari Lahan Tambak Garam ke Ruang Kuliah

Lebih dari itu, Arifin mengakui, meskipun demikian dirinya senang karena pimpinan selalu paham dan mengerti dengan kondisi pribadi sang sopir, sehingga terkadang dalam kondisi tertentu kepala dinas yang ia layani terpaksa menyetir sendiri.

Meski berada di posisi yang sering kali dianggap pekerjaan belakang layar, Arifin tetap menjalaninya dengan penuh dedikasi. 

Ia sadar, perannya adalah bagian penting dari kelancaran tugas pimpinan, sekaligus pelayanan kepada masyarakat.

“Saya hanya berusaha menjalankan tugas dengan baik. Kalau pimpinan bisa bekerja dengan tenang, itu juga karena kami yang menopang dari belakang,” katanya sambil tersenyum.

Sosok Arifin Sa’ban menjadi pengingat bahwa roda pemerintahan tak hanya berputar karena kebijakan para pejabat, tetapi juga berkat pengabdian orang-orang sederhana yang bekerja dengan tulus, tanpa banyak sorotan. 

Baca juga: Sosok Maria Radho, Dara Asal Flores NTT yang Ingin Jadi Banker Profesional 

Mereka adalah wajah lain dari pelayanan publik, yang meski tak tercatat dalam laporan atau piagam penghargaan, sesungguhnya turut menjaga wibawa dan kelancaran birokrasi.

Di balik senyumnya yang sederhana, ada cerita tentang kesetiaan, tanggung jawab, dan kerendahan hati.

Arifin mengajarkan bahwa mengabdi bukan soal berdiri di depan, melainkan tentang kesediaan untuk menopang dari belakang, dalam diam, namun penuh makna.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved