Berita Nasional
Prabowo Putuskan Beli 42 Jet Buatan Perancis, Padahal Indonesia Terpuruk oleh Covid-19, Ada Apa?
Belum kelar keputusan Prabowo Subianto untuk menjual kapal perang milik TNI AL, kini Menteri Pertahanan RI itu kembali ambil keputusan mengejutkan.
POS-KUPANG.COM - Belum kelar keputusan Prabowo Subianto untuk menjual kapal perang milik TNI AL, kini Menteri Pertahanan RI itu kembali ambil keputusan mengejutkan.
Demi memperkuat pertahanan Indonesia, Menhan RI memutuskan segera membeli pesawat tercanggih untuk memperkuat alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia.
Pesawat itu dibeli dari Perancis dengan harga yang sangat fantastis, mencapai hampir Rp 200 triliun rupiah.
Yang lebih mengejutkan lagi, adalah pembelian pesawat buatan Perancis itu direstui juga oleh Amerika Serikat.
Menteri Pertahanan AS buru-buru memberi rekomendasi setelah Prabowo Subianto memastikan pembelian pesawat itu dari Perancis.
Amerika Serikat juga sepakat kalau Indonesia membeli 42 jet tempur buatan Prancis Dassault Rafale, dan 36 Jet Tempur F-15 dari Amerika Serikat.
Pertanyaannya, darimana sumber uang untuk pengadaan pesawat yang harganya sangat fantastis tersebut?
Darimana sumber uang, karena saat ini Indonesia sedang terburuk gegara virus corona. Semua uang sudah dialihkan untuk pembiayaan covid-19 tetapi tiba-tiba Prabowo memutuskan membeli pesawat dengan harga yang amat fantastis.
Bukankah pembelian pesawat tempur itu merupakan sebuah ironi? Apalagi dilakukan di tengah sulitnya pemerintah Indonesia mencari anggaran untuk membiayai penanganan virus corona yang masih meluas?
Rupanya, situasi serba sulit yang dialami bangsa ini, juga dimaklumi oleh Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono.
Dave Laksono juga membenarkan bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pernah memaparkan rencana pembelian pesawat tempur tersebut.
Baca juga: MENGEJUTKAN, Prabowo Subianto Ternyata Belum Pasti Maju pada Pilpres 2024: Apakah Saya Masih Layak?
Pemaparan rencana pembelian pesawat tempur itu berlangsung dalam rapat kerja beberapa bulan lalu dengan Komisi I.
Hanya saja, lanjut dia, dalam rapat tersebut, pemerintah dan DPR RI belum membahas agenda itu secara detail.
Bahkan dalam rapat tersebut juga belum dibahas secara detail soal skema pembayaran bila jet tempur itu nantinya benar-benar dibeli oleh pemerintah Indonesia.
"Kami juga baru dengar saat rapat beberapa bulan lalu. Saat itu Prabowo memaparkan rencana dan masalah pembelian pesawat itu," ujar Dave Laksono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/prabowo-subianto-menhan-baret-merah.jpg)