Breaking News:

Berita Lembata

Peringati HUT Otonomi Lembata, Warga Lewoleba: Saatnya Kita Punya Infrastruktur yang Baik

saatnya kita punya infrastruktur yang bagus. Tak kalah dengan daerah-daerah lainnya,” ungkap Andi Lasar, warga

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Ferry Ndoen
Foto/Ricko Wawo/
Bupati Lembata Thomas Ola Langoday tampak sedang memantau jalan rusak di wilayah Kecamatan Ile Ape Timur. Masalah infrastruktur jadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan bagi pemerintah daerah. Warga akan terus menuntut apa yang jadi hak yang harus dinikmatinya. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA- “Sudah saatnya kita punya infrastruktur yang bagus. Tak kalah dengan daerah-daerah lainnya,” ungkap Andi Lasar, warga Kota Lewoleba kepada Pos Kupang ketika diminta tanggapannya perihal peringatan otonomi daerah Kabupaten Lembata, 12 Oktober 2021.

Dia menyampaikan terima kasih kepada para pejuang dan pendahulu yang memperjuangkan otonomi daerah Kabupaten Lembata, lepas dari kabupaten induk Flores Timur.

Lebih jauh, dia berujar tugas pemerintah dan masyarakat Lembata saat ini ialah bagaimana membawa perubahan dan kesejahteraan masyarakat.

Apa yang jadi kewajiban pemerintah tentu harus dipenuhi, seperti urusan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

Sebagai warga Kota Lewoleba, Andi menyoroti kondisi ibu kota yang belum layak disebut sebagai sebuah ‘kota’. Jalan dalam kota yang masih berlubang, berdebu, sistem drainase yang buruk, dan ketiadaan lampu penerangan jalan menurutnya jadi sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.

Pendapat senada juga diutarakan oleh Dominikus Karangora, warga Kota Baru, Kelurahan Lewoleba Tengah.
Dikatakannya, warga memang layak dan pantas menuntut apa yang menjadi haknya karena Pajak Penerangan Jalan (PPJ) itu dipotong setiap kali warga membeli pulsa listrik.

Sebab itu, sudah menjadi tugas dan kewajiban pemerintah menyediakan fasilitas penerangan jalan.
"Saya heran dengan pemerintah daerah. Apa setiap hari mereka ke kantor itu lewat laut sehingga tidak bisa lihat kalau Lewoleba ini gelap gulita dan tidak terawat," sindirnya.

Domi menceritakan sejak dia kecil sampai dewasa masalah infrastruktur dalam Kota Lewoleba tidak pernah terpecahkan. 

"Susahnya pasang lampu jalan itu apa ya, ganti pemimpin, ganti legislator tiap periode juga sama saja," ujarnya kesal.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved