Opini
Opini - Tuhan Dalam Layar
Gereja dan orang yang percaya harus berteologi secara kritis agar mendapatkan makna Tuhan di balik, melalui, bahkan melampaui layar.
“Penyebaran informasi begitu cepat dan terbuka memberi ruang bagi penyebaran dan terjadinya misinformasi atau ajaran yang tidak sesuai doktrin yang benar”(Andriani Kosasih:2025).
Berteologi di era big data ini harus membuat manusia bekerja ekstra agar informasi atau pesan teologis yang didapat benar-benar valid.
Manusia harus bekerja ekstra untuk mengembalikan citra manusia sebagai imago Dei atau manusia sebagai gambar Allah, di tengah gempuran teknologi.
Manusia harus sadar bahwa manusialah yang harus mengendalikan teknologi bukan teknologi yang mengendalikan manusia. Berteologi di era digital seperti ini membantu pewartaan lebih mudah dan cepat, namun perlu digaris bawahi bahwa pewartaan yang dilakukan harus benar-benar mengikuti doktrin yang benar.
Manusia harus menggunakan teknologi dengan benar dan mewartakan yang benar, bukan karena ingin mengejar keviralan, manusia rela mewartakan yang tidak sesuai dengan doktrin dan mewartakan hal-hal yang sesat.
Teknologi hadir sebagai medium pewartaan, bukan sebagai teologi itu sendiri. Teknologi sebagai medium berarti pentingnya jarak antara teknologi dan teologi yang diwartakan.
Bukan berarti tidak menggunakan teknologi dalam pewartaan teologi, tetapi menggunakan teknologi dengan batas yang telah ditentukan. Serta pewartaan menggunakan teknologi harus mengandung doktrin yang benar.
Makna Tuhan dapat ditemukan dalam teknologi. Pewartaan teologi dalam teknologi yang benar dapat membawa makna yang benar tentang Tuhan.
Di tengah gempuran teknologi saat ini, makna Tuhan mudah didapatkan dalam layar. Sebab itu di tengah gempuran teknologi saat ini, sangat pentinglah pewartaan teologi yang sesuai dengan doktrin yang ada, dan tidak mengubah makna asli dari doktrin tersebut.
Di sini keheningan digital sangat penting karena merupakan bentuk askese modern agar suara Tuhan tidak tenggelam dalam notifikasi.
Teknologi adalah tanah baru tempat benih pewartaan teologi ditaburkan. Teknologi adalah lahan baru bagi teologi berkembang mengikuti zaman.
Dengan adanya teknologi membantu lebih cepat dan mudah mencari makna Tuhan di dalam layar. Teknologi sebagai medium atau perantara bagi manusia dalam menemukan makna Tuhan dalam layar.
Dengan perkembangan zaman ini teknologi berperan penting dalam pewartaan teologi dan makna Tuhan dalam layar.
Berteologi dalam gempuran teknologi berarti menjaga kemanusian yang suci di dunia yang semakin otomatis.manusia harus benar-benar menjaga kemurnian doktrin teologi dalam teknologi, bukan karena ingin mencari keviralan doktrin diubah sesuai dengan keinginan.
Manusia harus benar- benar menggunakan teknologi dengan benar dan teknologi adalah perantara saja bukan sebagai teologi itu sendiri. (*)
Ikuti opini dan berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Opini - Teologi Dalit di Tengah Revolusi AI: Martabat Kaum Tersisi dalam Perkembagan Era Digital |
|
|---|
| Opini - Membangun Generasi, Merawat Ibu dan Alam: Kajian Eko-feminisme Rosemary Ruether |
|
|---|
| Opini: Air, Stunting, dan Rintihan Ekologi NTT |
|
|---|
| Opini: Generasi Cepat Bosan dan Matinya Kedalaman Berpikir |
|
|---|
| Opini: Menjaga Stabilitas Pasar NTT di Tengah Badai Pelemahan Rupiah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Yohanes-Nahak-ok-ok-ok.jpg)