Opini
Opini: Dua Tiang Sakral Perkawinan Tetun
Menjadi orang Tetun berarti merawat dualisme yang sublim: 100 persen Katolik dan 100 persen berpegang pada adat.
Sebagai penutup opini ini, masa depan perkawinan masyarakat Tetun harus bersandar pada prinsip: Adat yang Menghidupkan, Iman yang Membebaskan. Adat Tetun adalah jangkar identitas yang harus tetap hidup.
Namun, tradisi barlake sudah saatnya dimurnikan kembali dari sifat materialistis dan egoisme kelompok. Adat harus bersikap lentur dan adaptif terhadap realitas ekonomi zaman.
Nilai substansialnya, yaitu kehormatan wanita dan tali kekeluargaan harus dipertahankan sekokoh batu karang, namun tuntutan materiilnya harus bisa dinegosiasikan.
Hanya dengan cara demikian, adat Tetun dan iman Katolik dapat terus berjalan beriringan tanpa harus ada generasi muda yang dikorbankan. (*)
Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
Manuel Soares
Bahasa Tetun
Tetun
Timor Barat
Timor Leste
barlake
mas kawin
Meaningful
NTT
Nusa Tenggara Timur
| Opini: Rutin MeNaRi, Gerakan Sederhana untuk Mendeteksi Korsleting Jantung |
|
|---|
| Opini: Subuh, Altar, dan Rahasia Kehidupan Seminari |
|
|---|
| Opini: Menanamkan yang Tepat- Pendidikan Sejati Menurut Kacamata Parmenides |
|
|---|
| Opini: Kaum Marginal Terlalu Nyata untuk Diabaikan |
|
|---|
| Opini: Sudah Menyambut Tubuh Kristus, Tetapi Sudahkah Menjadi Tubuh Kristus? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Manuel-Soares.jpg)