Selasa, 9 Juni 2026

Opini

Opini: Dua Tiang Sakral Perkawinan Tetun

Menjadi orang Tetun berarti merawat dualisme yang sublim: 100 persen Katolik dan 100 persen berpegang pada adat. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI MANUEL SOARES
Manuel Soares 

Sebagai penutup opini ini, masa depan perkawinan masyarakat Tetun harus bersandar pada prinsip: Adat yang Menghidupkan, Iman yang Membebaskan. Adat Tetun adalah jangkar identitas yang harus tetap hidup. 

Namun, tradisi barlake sudah saatnya dimurnikan kembali dari sifat materialistis dan egoisme kelompok. Adat harus bersikap lentur dan adaptif terhadap realitas ekonomi zaman. 

Nilai substansialnya, yaitu kehormatan wanita dan tali kekeluargaan harus dipertahankan sekokoh batu karang, namun tuntutan materiilnya harus bisa dinegosiasikan. 

Hanya dengan cara demikian, adat Tetun dan iman Katolik dapat terus berjalan beriringan tanpa harus ada generasi muda yang dikorbankan. (*)

Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved