Berita Belu

Bupati Agustinus Taolin Klaim Tiga Tahun Terakhir Kabupaten Belu Bebas Kasus Malaria

Editor: Eflin Rote
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin saat membuka rapat koordinasi percepatan eliminasi malaria yang berlangsung di Hotel King's Star. Jumat, 31 Maret 2023.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, BELU - Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin mengatakan selama tiga tahun terakhir Kabupaten Belu bebas dari kasus malaria.

"Sejak September 2020 hingga Desember 2022 kita tidak menemukan kasus malaria lokal. Namun demikian masih menemukan kasus malaria impor yang bawah dari luar seperti Papua, Malaka, TTS dan Rote Ndao, tetapi kita tidak hitung. Hal ini menunjukan Pemkab Belu sudah pada tahap persiapan eliminasi," ujar Bupati Belu Agustinus Taolin saat membuka rapat koordinasi percepatan eliminasi malaria yang berlangsung di Hotel King's Star, Jumat, 31 Maret 2023.

Bupati Belu mengklaim, capaian tersebut akan tetap dipertahankan hingga tahun 2026.

"Kalau tahun ini nol lagi, maka Kabupaten Belu bersama kabupaten lain yang sudah deklarasi malaria akan tetap pertahankan hingga tahun 2026," ungkapnya. 

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Belu Bersama Bulog Atambua Gelar Pasar Murah

Karena Itu, Bupati Agustinus Taolin berharap agar kedepan kerjasama stakeholder sangat di butuhkan. 

"Ini harus butuh kerjasama seluruh pihak, dokter, pemerintah dan masyarakat sehingga kita tetap pertahankan ini lewat survelens, pengamatan, pemeriksaan laboratorium dan lain-lain," katanya. 

Tidak lupa, Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atau para pejuang eliminasi malaria, para dokter, perawat, bidan, tenaga Promkes dan semua insan kesehatan. 

Selain itu, ia juga menyampaikan terima kasih dan Apresiasi kepada pihak RAM Rotary: Rotary Australia District, Rotary Australia World Community Service, Rotary Club Of Hilarys dan Rotary of Kupang Central yang selalu mendukung dan mendanai setiap kegiatan program Malaria.

"Terima kasih sudah mendukung dan mendanai program ini sejak tahun 2020 hingga saat ini. Dan, saya berharap pihak Rotary agar tetap membantu tahapan-tahapan pemeliharaan eliminasi malaria hingga tahun 2026 mendatang," harapnya. 

Sementara itu, Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Siprianus Mali, S.IP mengatakan bahwa Komitmen eliminasi malaria bergema di seluruh Indonesia. 

"Komitmen eliminasi malaria ditingkat Kabupaten Belu telah digaungkan sejak tahun 2020, hal ini terbukti dengan giat-giat yang dilakukan untuk menurunkan angka kesakitan malaria yang sebelumnya angka Annual Parasite Incidence (API) Kabupaten Belu berkisar antara 11000 penduduk 5/1000 penduduk. Sejak tahun 2020 berhasil diturunkan menjadi 0,12/1000 penduduk dan hingga saat ini Belu telah mencapai zero indegenous case sejak September 2020," ujarnya. 

Baca juga: Dandim Belu Serahkan Kunci Rehab Rumah Tidak Layak Huni Bantuan Pangdam IX/Udayana

Siprianus mengatakan, berbagai strategi yang dilakukan untuk menurunkan angka kesakitan akibat malaria sudah dilakukan, antara lain: Deteksi Kasus Aktif dan Pasif, Penyeledikan Epidemiolog 125, Mass Blood Survey, Tatalaksana Kasus sesusai standar, Survey Migrasi, Penanggulangan kasus melalui: Survey Kontak, Survey Vektor, Kelambunisasi, Larvasiding, Modifikasi Lingkungan.

"Kasus malaria Kabupaten Belu terhitung sejak bulan September tahun 2020 tidak lagi ditemukan kasus penularan setempat, hal ini merupakan sebuah pencapaian program malaria yang dilaksanakan secara intensif sejak tahun 2020," ungkapnya. 

Untuk mencapai eliminasi malaria di Kabupaten Belu, lanjut dia, telah dilakukan berbagai pertemuan untuk menggalang dukungan baik dari lintas program, lintas sektor dan juga lintas profesi. 

"Peran lintas sektor berupa pengawasan terhadap setiap kegiatan yang dilakukan oleh fasilitas kesehatan sangat di harapakan untuk mencapai eliminasi malaria di Kabupaten Belu. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses eliminasi malaria di Kabupaten Belu pada tahun 2023," tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan Rakor tersebut, Wakil Bupati Belu, Dr. Aloysius Haleserens, Perwakilan dari RAM Rotary, Kepala OPD lingkup pemda Belu, Para Camat, Para Kepala Puskesmas, Dokter dan Forkopimda. (Cr.23)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Berita Terkini