KKB Papua

KKB Papua Siap Berunding dengan Pemerintah Pusat, Ide Perdamaian Itu Telah Disetujui

Editor: Frans Krowin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SIAP BERDIALOG - KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) di Papua, kini siap berdialog dengan pemerintah indonesia untuk mewujudkan perdamaian di Papua. Dialog tersebut sedang difasilitasi oleh Komnas HAM.

Sementara itu, terungkap sederet fakta terbaru tentang kasus mutilasi empat simpatisan KKB Papua, yang melibatkan sejumlah oknum TNI.

Salah satu faktanya yakni masih ada beberapa bagian tubuh dari korban yang belum ditemukan.

Jasad para korban juga sampai saat ini masih belum dimakamkan.

Sementara itu, satu pelaku masih menjadi buronan dan tengah diburu oleh aparat.

Terkait para korban, pihak kepolisian masih belum bisa memastikan apakah benar mereka adalah simpatisan KKB Papua.

Berikut ulasan selengkapnya tentang kasus mutilasi

1. Tubuh Korban Belum Lengkap

Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengatakan jasad empat korban mutilasi hingga kini masih berada di RSUD Timika menunggu kesepakatan keluarga korban terkait pemakaman.

Mengingat yang ditemukan hanya bagian badan, sedangkan bagian lain belum ditemukan.

Direskrimum Polda Papua Kombes Faizal Rahmadani kepada ANTARA, di Jayapura, Sabtu, mengakui hingga kini masih menunggu keputusan keluarga terkait pemakaman, sedangkan pencarian bagian tubuh lainnya hingga kini masih terus dilakukan, meskipun Tim SAR sudah menutup operasi pencarian.

"Yang belum ditemukan adalah dua karung berisi potongan kepala dan kaki keempat korban yang dimasukkan dalam karung terpisah dan dibuang di sungai di Kampung Pigapu," paparnya.

Baca juga: Aksi Brutal KKB Papua Tembak Mati Pekerja Proyek di Sugapa, Undius Kogoya Bertanggungjawab

2. Satu Pelaku Masih Buron

Keempat korban mutilasi itu dibunuh oleh 12 pelaku, delapan di antaranya adalah oknum TNI AD.

Sebanyak 11 pelaku sudah ditahan, termasuk delapan anggota TNI, namun seorang lagi berinisial RMH masih buron, kata Faizal.

Halaman
123

Berita Terkini