Korupsi di Papua

Roy Rening Pastikan Gubernur Papua Tak Bisa Penuhi Panggilan KPK

Editor: Frans Krowin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TAK BISA HADIR - Roy Rening ( foto kanan), Pengacara Gubernur Papua, Lukas Enembe memastikan bahwa kliennya tak bisa penuhi panggilan KPK karena sedang sakit. Kini ia butuh perawatan medis di luar negeri. Ia juga meminta Presiden Jokowi mengisinkan Lukas Enembe berobat di luar negeri.

POS-KUPANG.COM - Roy Rening, pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, Gubernur Papua, memastikan bahwa kliennya tak akan bisa memenuhi panggilan KPK ( Komisi Pemberantasan Korupsi ) untuk diperiksa dalam kasus dugaan penyalahgunaan keuangan negara.

Roy Rening pun menyebutkan bahwa kondisi ini terjadi, karena Lukas Enembe sedang sakit. Bahkan saat ini kliennya itu butuh pelayanan medis di luar negeri, sebagaimana yang dijalaninya selama ini.

"Dengan kondisi kesehatan klien kami yang memrihatinkan maka saya atas nama Tim Penasihat Hukum Gubernur Papua Lukas Enembe meminta Presiden Jokowi memberikan izin untuk beliau berobat ke luar negeri. Ini semata untuk menyelamatkan nyawa Pak Gubernur," kata Roy Rening di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat 23 September 2022.

Dikatakannya, sebagai tim hukum ia perlu menyampaikan ini secara terbuka, agar semua pihak pun tahu kondisi kliennya tersebut.

Baca juga: Sudrajad Dimyati, Sosok Hakim Agung yang Ditangkap KPK dan Jadi Tersangka Kasus Suap

Bahwa jika selama ini kliennya tak bisa memenuhi panggilan KPK bukan karena faktor tertentu, tapi lebih pada kondisi kesehatannya yang tak memungkinkan.

"Untuk itu, kami meminta Presiden Jokowi memberikan izin kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe, untuk beliau berobat ke luar negeri.

JUDI KASINO - Gubernur Papua, Lukas Enembe ternyata kerap main judi kasino di Singapura. Kini Lukas telah ditetapkan sebagai tersangka dan akan dipanggil lagi untuk kedua kalinya oleh KPK dalam kasus suap dan gratifikasi. (POS-KUPANG.COM)

Lantaran kondisi kesehatan yang buruk, sehingga Roy Rening memastikan bahwa kliennya itu tidak akan datang memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sesuai agenda yang telah ditetapkan.

"Dokter pribadi juga sudah menyampaikan ini secara langsung ke Direktur Penyidikan, bahwa Pak Gubernur nggak memungkinkan hadir pada hari Senin, 26 September 2022 nanti sesuai panggilan KPK," ujarnya.

"Makanya kita datang lebih awal untuk menyampaikan itu karena perkembangan kesehatan Pak Gubernur menurut dokter sudah agak menurun," tambahnya.

Sebelumnya, KPK membenarkan telah menetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi.

Dia menjadi tersangka berdasarkan aduan dari masyarakat.

Lembaga antikorupsi menegaskan penetapan tersangka ini adalah murni sebagai penegakan hukum.

Dimana, KPK telah mengantongi bukti cukup untuk menjerat Politikus Partai Demokrat itu sebagai tersangka.

Selain itu, KPK juga telah mencegah Lukas bepergian ke luar negeri melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kemenkumham atas permintaan KPK.

Halaman
1234

Berita Terkini