Liga 3 El Tari Memorial Cup

El Tari Memorial Cup: Asprov PSSI NTT Akan Beri Sanksi Perseftim Flores Timur

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RAPAT - Rapat Asprov PSSI NTT yang membahas sanksi kepada tim Perseftim Flores Timur. Namun, belum bisa memastikan jenis sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada Perseftim Flores Timur. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Asprov PSSI NTT akan memberikan sanksi kepada Perseftim Flores Timur di Liga 3 El Tari Memorial Cup.

Pemberian sanksi oleh Asprov PSSI NTT kepada Peseftim Flores Timur itu terkait dengan aksi suporternya yang melakukan pengrusakan sejumlah fasilitas Stadion Gelora 99 di Kota Lewoleba, Lembata.

Ketua Komisi Disiplin Asprov PSSI NTT, Lukman Hakim memastikan tim Perseftim Flores Timur akan diberi sanksi.

Baca juga: El Tari Memorial Cup: Perserond Rote Ndao Ingin Ciptakan Sejarah Usai Jegal PSKK Kota Kupang

Suporter Perseftim Flores Timur, lanjut Lukman Hakim, bertindak anarkis dengan merusak sejumlah fasilitas di Stadion Gelora 99.

Aksi anarkis ,  kata Lukman, terjadi pada saat babak kedua Perseftim Flores Timur melawan Perse Ende di Stadion Gelora 99, Lembata, Jumat, 23 September 2022. 

Namun, dia belum bisa memastikan jenis sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada Perseftim Flores Timur. 

"Keputusan selanjutnya mesti ada rapat bersama di tingkat pengurus di Kupang setelah kejuaraan ini (El Tari Memorial Cup Lembata," ungkap Lukman dalam konferensi pers di Hotel Palm Lewoleba, Jumat malam. 

Setelah terjadi kerusuhan saat laga Perse Ende kontra Perseftim Flores Timur, Komisi Disiplin Asprov PSSI NTT memutuskan memenangkan Perse Ende dan memastikan Perse Ende lolos ke babak semi final Liga III ETMC XXXI Lembata, Porprov NTT 2022.

Baca juga: El Tari Memorial Cup: Manager PSKK Kota Kupang Tidak Tahu Dengan Insiden Pemukulan Wasit Anton 

Selain itu, lanjut Lukman Hakim, Ketua Komisi Disiplin Asprov PSSI NTT saat jumpa pers di Palm Indah Hotel, Lewoleba, Jumat, 23 September 2022 malam menjelaskan, sehubungan dengan terjadinya tindakan kericuhan dalam laga Perse vs Perseftim Flores Timur di Gelora 99 memutuskan Perse Ende melaju ke semifinal ETMC 2022 Lembata.

Sesuai, laporan pengawas pertandingan serta video panitia pelaksana terlihat telah terjadi pelemparan botol- botol air mineral, batu dan lain-lain ke dalam lapangan serta pengrusakan fasilitas Gelora 99 secara masal oleh suporter Perseftim yang mengakibatkan pertandingan terhenti dan tidak dapat dilanjutkan karena alasan keamanan.

Dia menambahkan, sesuai dengan laporan wasit dan pengawas pertandingan, pertandingan dihentikan pada menit ke-83 dengan score sementara 1- 0 untuk keunggulan Perse Ende.

"Sesuai Peraturan Umum Pertandingan PSSI Pasal 20 tentang Keadaan memaksa ayat 7 menyatakan bahwa pertandingan yang terhenti oleh suatu sebab yang tidak dapat dihindarkan seperti lapangan tergenang air, cuaca buruk, gangguan penerangan lampu stadion, gangguan penonton dan atau gangguan keamanan, apabilah waktu pertandingan tersisa 10 menit atau kurang dari 10 menit maka pertandingan tersebut dinyatakan selesai dan tidak perlu dilanjutkan," tegas Lukman Hakim.

Selanjutnya, hasil pertandingan (skor) itu tidak berubah seperti yang telah dihasilkan oleh kedua kesebelasan pada saat pertandingan tersebut dihentikan oleh wasit.

Baca juga: El Tari Memorial Cup: Kemenangan Persebata Diwarnai Aksi Protes Persami, Bupati Sikka Turun Tangan

Sehingga, lanjutnya, dengan demikian maka pertandingan antara Perse vs Perseftim dinyatakan berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk tim Perse Ende.

Sedangkan terkait kejadian kerusuhan, akan diatur kemudian oleh komisi disiplin dan rapat Komisi Disiplin bersama pengurus lengkap.

Wakil Sekretaris Asprov PSSI NTT Pieter Fomeni menambahkan, terkait nasib Perseftim nanti di Kupang tentu komisi disiplin akan melihat semua fakta dengan teliti dan baik untuk mengambil langkah dan sanksi akan disesuaikan dengan regulasi, apakah diberikan sanksi ringan, sedang, atau sanksi berat.

"Kami tidak bisa serta-merta dan terburu-buru (mengambil keputusan) tanpa melihat fakta secara baik. Mengambil keputusan harus melihat secara mendalam karena menyangkut apa yang terjadi di lapangan," kata Pieter Fomeni. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Berita Terkini