Liga 1

Pasca Perusakan Bus Arema FC, Polresta Malang Kota Patroli Cegah Aksi Balasan Aremania

Editor: Ferry Ndoen
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota Polresta Malang Kota saat melakukan patroli dan pengecekan keamanan di Arema FC Official Store, Kamis (21/10/2021) siang

POS KUPANG.COM - Polresta Malang Kota langsung mengambil langkah untuk mengantisipasi aksi balasan Aremania pasca terjadinya perusakan bus Arema FC di Yogyakarta.

Sebagai langkah antisipasi, jajaran Polresta Malang kota kini makin gencarkan kegiatan patroli. 

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto menyatakan, pihaknya meningkatkan patroli guna mengantisipasi adanya aksi balasan dari pendukung Arema FC.

"Kita lakukan patroli ke wilayah rawan, dan kami juga mengimbau kepada Aremania agar tidak ada aksi sweeping dan aksi balasan," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (21/10/2021).

Baca juga: Ini Penyebab Arema FC Kena Denda PSSi Rp 10 Juta, Persebaya Bayar Rp 5 Juta, Persib Rp 50 juta

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Supiyan menjelaskan, patroli telah dilakukan sejak Rabu (20/10/2021) malam.

Setelah pihaknya mendapat informasi adanya pengrusakan bus Arema FC di wilayah Yogyakarta, Polresta Malang Kota langsung mengantisipasi.

"Mulai kemarin malam sudah kami lakukan. Selain tempat keramaian, kami juga lakukan patroli di wilayah stasiun dan terminal. Dan sampai saat ini, kami belum temukan adanya Aremania yang akan berangkat untuk melakukan aksi balasan ataupun sweeping," bebernya.

Selain menggencarkan kegiatan patroli, pihaknya juga melakukan pendekatan terhadap para Aremania.

Polisi mengarahkan untuk saling bersama-sama menjaga kondusifitas Kota Malang, dengan tidak melakukan aksi sweeping atau aksi balasan dalam bentuk apapun.

Iklan untuk Anda: Gadis ini hasilkan 12 miliar rupiah dalam 28 hari dengan cara ini
Advertisement by
 
"Kami lakukan pendekatan terhadap para dedengkot Aremania. Hal-hal seperti itu kita sampaikan ke mereka. Sehingga diharapkan para Aremania memiliki persepsi dan implementasi yang sama. Ingat, Kota Malang merupakan rumah kita bersama, sehingga harus kita jaga supaya tetap kondusif," tandasnya.

Halaman
12