Berita Belu

Kasus Dana Desa Maktihan-Malaka Ditingkatkan ke Penyidikan

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kajari Belu, Alfons Loe Mau

Kasus Dana Desa Maktihan-Malaka Ditingkatkan ke Penyidikan

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu melakukan penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dana desa yang terjadi di tujuh desa di Kabupaten Malaka. 

Ketujuh Desa dimaksud yaitu, Desa Maktihan, Alala, Manunutin Silole, Naas, Tafuli, Numponi dan Raiulun. Dari tujuh kasus tersebut, satu kasus dana desa yakni Desa Maktihan sudah ditingkatkan ke penyidikan dengan nilai kerugian  kurang Rp 400 juta. 

Sedangkan enam desa lainnya masih tahap penyelidikan dan tidak tertutup kemungkinan ditingkatkan ke penyidikan.  

Demikian dijelaskan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belu, Alfons G. Loe Mau, SH, MH, saat dikonfirmasi Selasa 19 Oktober 2021.

Baca juga: Mobil Uji Kir Dioperasikan di Kabupaten Belu Selama 45 Hari

Alfons menjelaskan, Kejari Belu menangani kasus dugaan korupsi dana desa yang direkomendasikan  Pemerintah Kabupaten Malaka 
Mei 2021 lalu. Ada 12 desa yang direkomendasikan Pemkab Malaka melalui Inspektorat. 

Menindak lanjut rekomendasi tersebut, Kejari Belu melakukan penyelidikan, mengkonfirmasi para pihak dan lakukan pemeriksaan fisik lapangan. Hasil pemeriksaan itu, ditemukan indikasi penyelewengan yang mengakibatkan kerugian keuangan desa di 12 desa yang direkomendasikan.

Kata Kejari nilai kerugian masing-masing desa bervariasi, mulai dari belasan juta, puluhan juta hingga ratusan juta. Kejari prioritaskan kasus yang nilai kerugiannya besar. 

"Data kerugian dari 12 desa yang direkomendasikan itu bervariasi. Ada yang belasan juta, puluhan juta dan ada yang di atas 100 juta hingga 400 juta. Kami prioritas yang kerugiannya besar seperti Desa Maktifan, kurang lebih 400 juta", kata Kejari. 

Baca juga: 50 Personil Anggota Polri Amankan Pelaksanaan Countdown Peparnas XVI Papua

Halaman
12