Berita Belu

Enam Peserta CPNS di Kabupaten Belu Terkonfirmasi Covid-19

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Plt Kepala BKPSDMD Kabupaten Belu, Andre Bere Asa 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA--Hari pertama hingga hari kedua tes CPNS yang berlangsung di SMA Negeri 1 Atambua, Kabupaten Belu terdapat enam orang yang terkonfirmasi positif covid-19 hasil rapit tes antigen. 

Mereka diberi kesempatan menjalani isolasi mandiri dan akan mengikuti ujian susulan yang dijadwalkan 28 September 2021. Manakala sampai dengan jadwal ditentukan, peserta CPNS belum dinyatakan sembuh, panitia tetap akan memberikan waktu ujian susulan. 

Hal ini disampaikan Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Belu, Andre Bere Asa saat dikonfirmasi Pos Kupang. Com, Jumat 24 September 2021.

Andre mengatakan, ujian hari pertama, Kamis 23 September terdapat satu peserta terkonfirmasi positif sehingga tidak dapat mengikuti ujian. Di hari kedua, terdapat lima orang sehingga total menjadi enam orang.

Panitia memberikan waktu ujian  susulan 28 September 2021. Ketentuan ini diambil agar peserta tidak dirugikan. 

Baca juga: Kementerian PUPR Perbaiki Embung Haliwen Belu Jadi Bendungan

"Peserta yang telah lulus administrasi tapi masih terpapar covid-19 tetap diberikan kesempatan untuk mengikuti tes susulan tanggal 28 September mendatang supaya tidak merugikan anak-anak Belu", kata Andre. 

Lanjut Andre, sejauh ini pelaksanaan tes CPNS di Kabupaten Belu tidak ada kendala teknis seperti jaringan dan listrik. Untuk listrik, panitia sudah mempersiapkan genset di lokasi tes.
 
Salah satu peserta tes CPNS terpapar covid-19, berinisial S.A saat diwawancarai wartawan mengatakan, awalnya ia khawatir karena mungkin hanya ia sendiri yang terpapar covid-19, ternyata ada juga peserta lainnya. 

"Saya bersyukur karena ada kawan ujian pada Selasa mendatang.  Awalnya saya merasa khawatir karena sendirian yang sakit tetapi ternyata masih ada orang lain juga ", katanya. 

Ia mengaku, saat pemeriksaan rapid antigen, ia kondisi batuk dan pilek biasa. Tidak ada gejala demam atau hilang penciuman.

Baca juga: Belum Selesaikan APBDes dan SPJ Dana Desa, Empat Desa di Kabupaten TTS Diaudit Inspektorat

Diduga batuk dan pilek itu yang membuatnya positif rapid antigen. Saat ini, kondisinya makin membaik dan tetap disiplin menjalani isolasi agar cepat pulih. 

S.A juga bersyukur dan berterima kasih kepada BKN yang telah memberikan kesempatan bagi peserta yang terpapar covid-19 untuk ujian susulan. (*)

 Berita Belu Terkini