China Ungkap Pasukannya Siaga Tinggi di Zona Petang, Terganggu  Kehadiran AS di Laut China Selatan

Ilustrasi: Armana China di Laut China Selatan

China Ungkap Pasukannya Siaga Tinggi di Zona Petang, Terganggu  Kehadiran AS di Laut China Selatan

POS KUPANG.COM -- Klaim China atas hampir 90 wilayah Laut China Selatan sudah jelas ditolak semua negara ASEAN dan dunia

Bahkan, Pengadilan Arbitrase Internasional pun sudah memutuskan wilayah yang diklaim China yaitu Kepulauan Spratly merupakan wilayah yuridiksi Filipina

Sementara Amerika Serikat juga menghadirkan armada perang kelas sangat berat di Laut China Selatan

Hal ini membuat merasa teranggu upayanya menguasai Laut China Selatan seutuhnya terganggu

Masa Lalu Syahrini yang Kelam Terungkap, Sekarang Saja Baru Rasakan Kemewahan saat Jadi Istri Reino 

Dimas Beck Bakal Kalah,Luna Maya Dipanggol Sayang oleh Bos TV dan Beri Kado Tas Senilai RP 236 Juta

Denny Darko Sebut Celine Evangelista Rebut Stefan William, Bak Sejalan Dengan Ucapan Natasha Wilona

China dan Jepang Diambang Perang Rebutan Pulau,Tokyo Provokasi Sebut 4 PLA Tewas, China Ancam

Ini 5 Daftar Kemampuan Pertahanan Israel yang Diinginkan Rusia, Begini Hebatnya Tentara Yahudi

Militer China mengecam kapal perang AS karena berlayar melalui Selat Taiwan di Laut China Selatan. China menuding armada Amerika merusak perdamaian di perairan yang disengketakan.

Melansir Express.co.uk, armada ke-7 AS, dipimpin oleh kapal perusak USS Curtis Wilbur, melakukan transit rutin Selat Taiwan pada hari Kamis (25/2/2021). 

Namun juru bicara militer China mengkritik kapal perusak AS untuk misi tersebut, dengan mengatakan mereka mengancam stabilitas Laut China Selatan.

Berbicara pada hari Kamis, juru bicara Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mengatakan USS Curtis Wilbur dilacak oleh pasukan China saat berlayar melalui Selat Taiwan.

“Tindakan tersebut secara artifisial menciptakan faktor risiko di Selat Taiwan, dengan sengaja merusak perdamaian dan stabilitas regional, kami dengan tegas menentang hal ini. Pasukan di zona perang selalu siaga tinggi dan siap untuk menanggapi semua ancaman dan provokasi," demikian pernyataan juru bicara tersebut dalam peringatan kepada AS seperti yang dikutip Express.co.uk.

Halaman
123

Berita Populer