Resei ekonomi

Sri Mulyani Klaim Resesi Ekonomi RI Lebih Baik dari Negara Lain,Ekonom Indef:Jangan Over Optimis!

Presiden Joko Widodo didampingi Menkeu Sri Mulyani. ANTARA FOTO/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr/sgd/aww.

"Contohlah Vietnam itu yang kuartal II saja sudah positif 0,3 persen pertumbuhan ekonominya, karena pemerintah cepat lakukan antisipasi wabah, sementara Indonesia akan masuk dalam resesi ekonomi," kata Bhima.

Oleh karena itu, ia menekankan agar pemerintah realistis terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Pemerintah juga harus menyadari bahwa realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pun masih rendah.

"Pemerintah tidak bisa terus menerus over optimis, harus realistis melihat kondisi apalagi realisasi stimulus PEN masih rendah," tegas Bhima.

Baca juga: Indonesia Semakin Mendekati Resesi Ekonomi, Ekonom Indef Sebut Ini yang Bakal Terjadi, PHK Massal?

Sebelumnya, dalam Capital Market Summit & Expo 2020, Menkeu Sri Mulyani mengatakan kondisi ekonomi Indonesia saat masa pandemi ini masih jauh lebih baik dibandingkan negara lain anggota ASEAN maupun G20.

"Negara-negara di dunia juga masih mengalami struggle untuk menghadapi Covid-19), dan mereka menggunakan instrumen fiskalnya secara luar biasa, kalau kita lihat dari sisi magnitudenya, seluruh dunia terjadi pelebaran defisit fiskal yang luar biasa besar," jelas Sri Mulyani.

Beberapa diantaranya adalah ekonomi Thailand Malaysia dan Filipina.

Thailand diperkirakan terkontraksi minus 9,3 persen pada kuartal III 2020, sedangkan Malaysia dan Filipina masing-masing terkontraksi minus 4,5 persen dan minus 6,3 persen.

"Kita relatif dalam resesi yang cukup baik, meskipun ini tentu tidak membuat kita terlena, kita tetap berusaha untuk mengembalikan perekonomian kita kepada zona positif," kata Sri.

Baca juga: SIAP-SIAP! Indonesia Akan Alami Resesi Ekonomi, Ini Dampaknya bagi Masyarakat

Apa Itu Resesi?

Halaman
1234

Berita Populer