Virus Corona

Saat Pemberlakuan New Normal di Korea Selatan, Ratusan Sekolah Kembali Ditutup, Ini Penyebabnya

Ilustrasi virus corona dan pasien.

Tak hanya itu, usaha bisnis juga didesak untuk mendorong kerja yang lebih fleksibel, dan orang-orang sekali lagi diminta untuk menghindari pertemuan massal.

Korea Selatan mengalami salah satu wabah virus terburuk awal tahun ini, tetapi tampaknya telah mengendalikannya, berkat program " trace (jejak), test (tes) dan treat (perawatan)" yang luas.

Namun, beberapa pekan terakhir, telah muncul kelompok penularan virus baru.

Termasuk satu yang dikaitkan dengan seorang pria yang mengunjungi lima klub malam dan bar di distrik kehidupan malam Seoul di Itaewon awal bulan ini.

Menurut kantor berita Yonhap News, sekitar 266 kasus telah ditelusuri ke cluster Itaewon. 

Usai new normal gagal

Sebelumnya diberitakan Kompas.com, Korea Selatan kembali menerapkan sejumlah tindakan pembatasan sosial di ibukota Seoul setelah terjadinya lonjakan terbaru kasus infeksi virus corona.

Menteri Kesehatan Park Neung-hoo memutuskan untuk menutup kembali museum, taman, dan galeri seni yang sebelumnya sempat dibuka. Penutupan ini akan berlangsung selama dua pekan dan dimulai pada hari Jumat (29/5/2020).

Selain itu, perusahaan-perusahaan juga diminta untuk menerapkan jam kerja yang lebih fleksibel guna mengurangi kemungkinan penyebaran virus corona penyebab Covid-19.

Kembali melonjak

Halaman
1234
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com

Berita Populer