Kanal

Pemerintah Akan Berlakukan New Normal di Tengah Pandemi Covid-19: Bali, Yogya dan Kepri Jadi Contoh

Ilustrasi masker.

Pemerintah Akan Berlakukan New Normal di Tengah Pandemi Covid-19:  Bali, Yogyakarta dan Kepulauan Riau Jadi Contoh

POS-KUPANG.COM - Pemerintah tengah menyiapkan protokol untuk mengatur "new normal" atau situasi normal baru di tengah penambahan kasus Covid-19 yang masih mencapai ratusan orang per hari.

Mulai dari tata cara beribadah sampai langkah masuk ke restoran akan diatur. Provinsi Bali, Yogya, dan Kepulauan Riau jadi proyek percontohan pertama.

Persiapan protokol new normal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, usai rapat kabinet dengan Presiden Joko Widodo, Senin (18/5/2020).

"Jadi nanti akan ada protokol bagaimana di restoran, bagaimana ibadah, nanti menteri agama akan mengatur itu. Lalu protokol bagaimana datang di acara yang pengunjung relatif banyak, dan sebagainya, nanti akan diatur secara detail dan itu harus dipatuhi," kata Muhadjir Effendy.

Namun, rencana tersebut menurut pengamat ekonomi adalah bentuk keberpihakan pemerintah pada kelompok bisnis dan akan terus menguras uang negara untuk meredam penyebaran virus corona yang semakin sulit dihentikan.

Peneliti epidemiologi juga menyebut rencana menghadapi new normal ini sangat berbahaya karena berpotensi meningkatkan risiko penularan Covid-19 di masyarakat. Berdasarkan penelitian, sekitar 80% kasus Covid-19 adalah kasus infeksi tanpa gejala.

'New Normal': Mengatur tata cara ibadah hingga makan di restoran

Pengunjung menyantap hidangan di antara meja yang diberi tanda silang di salah satu restoran di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Kamis (09/04). (ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARSO)

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menjelaskan protokol new normal akan mengatur kehidupan masyarakat ketika berkumpul di luar rumah, mulai dari beribadah secara bersama-sama, makan di restoran hingga berkumpul menghadiri acara publik.

"New normal, nanti boleh tetap salat Jumat berjamaah tapi beda salat Jumat berjamaahnya dengan sebelum ada new normal ini," kata Muhadjir.

Halaman
1234
Editor: Agustinus Sape

Berita Populer