Kanal

Aktor Choky Sitohang Bicara Soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Mengajak Orang Lain Ikut Bingung

Akhdi martin pratama - Presenter Choky Sitohang saat di Mapolda Metro Jaya, Kamis (31/3/2016).

POS KUPANG, COM, JAKARTA - Aktor Choky Sitohang berbicara soal teori konspirasi Covid-19 yang merebak di publik.

Menurut Choky, mereka yang mengamini teori konspirasi jangan mengajak orang lain untuk percaya dengan sesuatu yang kebenarannya belum bisa dibuktikan.

"Kita tidak perlu membingungkan diri kita dengan mengajak orang lain ikut bingung dengan sebuah teori yang dasarnya belum tentu bisa dibuktikan," kata Choky dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (16/5).

Dia memahami bahwa pendapat tiap orang bisa berbeda-beda. Namun, lanjut Choky, situasi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini tak bisa dibantah.

Choky mengatakan, data-data mengenai kasus Covid-19 harus dipahami sebagai fakta.

"Teori boleh ada, pemikiran orang boleh berkembang, khayalan dan imajinasi adalah salah satu cara bertahan hidup, kita hargai. Tapi yang paling penting adalah apa yang di depan," tuturnya.

"Ketika hasilnya sudah ada, sudah menelan korban jiwa, penyebaran virus begitu cepat kita baca, ini kan fakta. Ini data," tegas Choky.

Pada kesempatan yang sama, aktris Marcella Zalianty berharap pemerintah menyampaikan informasi terkait Covid-19 secara terpadu dan transparan.

Sebab, kata dia, saat ini masyarakat dihadapi banyak hoaks atau berita bohong.

"Yang penting saat ini penyebaran informasi terpadu, benar adanya, dan membuat masyarakat clear mana yang hoax dan mana yang benar," kata Marcella.

"Jadi saya pikir informasii-informasi mengenai kesehatan perlu disosialisasikan secara benar, agar tidak misleading," ujarnya.

Dia juga mengajak masyarakat agar meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan diri demi memutus mata rantai penularan Covid-19.

"Saya melihat ini musuh yang harus kita kalahkan dengan cara menjaga jarak, melonggarkan barisan, dan saya yakin ada saatnya nanti kita berkumpul lagi," ucap Marcella. (kompas.com)

Editor: Benny Dasman
Sumber: Kompas.com

Berita Populer