Kanal

18 Dokter Meninggal Dunia Akibat Corona Covid-19, Salah Satunya dr Ketty yang Sempat Merawat Menhub

Ilustrasi - 18 Dokter Meninggal Dunia Akibat Corona Covid-19, Salah Satunya dr Ketty yang Sempat Merawat Menhub

Ibu tiga anak berusia 8, 10, dan 17, menjadi pekerja kesehatan termuda di Inggris meninggal karena Covid-19.

Areema pertama kali dites positif terkena virus setelah mengalami peningkatan suhu, nyeri tubuh dan batuk.

Perawat ini telah bekerja untuk NHS selama 16 tahun, sempat dirawat memakai ventilator kemudian meninggal dunia.


Petugas medis membawa seorang pasien yang diduga terinfeksi virus misterius mirip SARS, ke rumah sakit Jinyintan, di Kota Wuhan, China, Sabtu (18/1/2020). (Sumber: AFP/STR/CHINA OUT)
 

National Health Service (NHS) adalah nama program layanan kesehatan masyarakat di Britania Raya

Adik Areema, Ash (31) mengatakan, "Kami bingung. Kita semua hancur - kita tidak tak kehabisan kata-kata," ujarnya kepada kantor berita The Sun.

'Areema memakai ventilator dan sesaat sebelum dia meninggal, suaminya berkata kepadanya, "jangan khawatir tentang anak-anak".

“Dia mulai menangis. Para dokter mengatakan tolong jangan memeluknya, karena virusnya, tetapi dia berkata dia harus memeluknya.

“Lalu dia meninggal. Kami semua benar-benar hancur. '

Foto Anaknya Dicaplok Situs Jual Beli, Nikita Mirzani Marah Besar, Mencak-mencak, Ini Fotonya

Akhirnya Ada Pasien Sembuh dari Covid-19, Ini Ceritanya

Keluarganya sekarang memohon agar orang mengikuti aturan isoloasi diri.

Sekretaris Kesehatan Flanking Matt Hancock pada konferensi pers Jumat (3/4/2020)  mengatakan kondisi musim panas ini membuat orang tergoda untuk berkeliaran di luar."

"Tapi tolong, aku minta untuk mengingat Aimee dan Areema. Silakan tinggal di rumah untuk mereka.," ujarnya.

Mr Hancock menggemakannya, mengatakan orang-orang harus menahan keinginan untuk keluar dan berkata, "Jika kita melakukannya orang akan mati '.

Muncul ketika angka terbaru melaporkan 38.168 kasus dikonfirmasi Covid-19 di Inggris dengan jumlah kematian saat ini di 3.605.

Seorang dokter meninggal dunia karena corona

Seorang dokter medis yang dicurigai terjangkit virus corona meninggal dunia pada hari Sabtu (25/1) di Hubei. Kematian ini merupakan kematian pertama seorang profesional medis sejak berjangkitnya virus corona. Saat ini, jumlah kasus yang dikonfirmasi di daratan China sudah melebihi 1.000 orang.

Melansir South China Morning Post, Liang Wudong, yang merupakan seorang ahli bedah di Rumah Sakit Xinhua di provinsi Hubei, meninggal pada jam 7 pagi pada usia 62 tahun. Kabar duka ini pertama kali diberitakan oleh portal berita yang berbasis di Shanghai yakni thepaper.cn.

Liang diduga terinfeksi minggu lalu, sebelum ia dipindahkan ke Rumah Sakit Jinyintan Wuhan untuk perawatan.

Sekitar 29 provinsi di China telah melaporkan 1.287 kasus virus mirip pneumonia mematikan, dengan 729 di antaranya ada di Hubei.

Jumlah korban jiwa Hubei adalah 39 orang, dengan dua kematian lainnya di provinsi Hebei dan Heilongjiang.

Kasus-kasus lain juga telah dilaporkan di Hong Kong, Makau, Taiwan dan delapan negara lainnya.

Puluhan juta orang di Hubei secara efektif dikunci karena larangan perjalanan telah diberlakukan di sebagian besar provinsi.

Penerbangan, kereta api, bus dan feri yang menghubungkan Wuhan ke kota-kota lain di Hubei telah ditangguhkan. Wuhan adalah pusat untuk beberapa jalur kereta berkecepatan tinggi.

Delapan belas provinsi di China telah mengaktifkan tanggap darurat kesehatan masyarakat tingkat atas terhadap wabah tersebut, yang berarti acara publik, bisnis, dan sekolah dapat ditangguhkan dan populasi migran dikarantina di daerah-daerah ini.

Penuhi kebutuhan APD

Beberapa waktu sebelumnya banyak dikeluhkan kekurangan Alat Perlindingan Diri (APD) bagi dokter, perawat dan petugas kesehatan yang berjuang di garis depan dalam menangani wabah virus Corona. 

Terkait hal itu, Halik menyebut tidak ada satu negara pun yang siap menghadapi wabah virus Corona dan setiap negara belajar dan berusaha mencari cara untuk mengatasinya.

"Sejauh ini, keluhan terkait minimnya APD direspons dengan upaya bersama menyiapkannya. Termasuk dokter dan tempat mereka bertugas segala daya upaya dilakukan, termasuk dengan menyiapkan sendiri APD-nya secara swadaya," lanjutnya.

Sosok Sebenarnya Said Didu Yang Berselisih dengan Luhut Binsar Pandjaitan, Fadli Zon Bongkar Hal Ini

Dian Nitami Sudah Punya Cucu, Kini Usia 3 Tahun, Natizen Bingung, Anaknya Baru Belasan Tahun

Banyaknya donasi yang dibuka untuk membantu menyediakan APD bagi para tenaga medis juga diakui sangat membantu mereka yang masih kesulitan mendapatkan APD untuk menjalankan tugasnya.

"Donasi dari berbagai pihak sangat membantu. PB IDI sendiri menyalurkan bantuan APD melalui donasi IDI Peduli kepada sejawat yang kesulitan," ujar Halik.

Halik menyebut perlunya APD yang memenuhi standar dan pembenahan sistem layanan untuk menghindari risiko terjadinya penularan Covid-19 pada tenaga medis.

Transparansi dan tracing

Pihaknya menambahkan, Kementerian Kesehatan RI untuk bisa semakin terbuka terkait data orang yang positif terinfeksi Covid-19 demi memutus rantai penyebaran virus Corona.

"Semestinya Kemenkes atau Dinkes setempat bisa mengumumkan tenaga medis yang meninggal. Tidak harus menunggu penderita sendiri atau keluarganya yang menyampaikan. Karena saat ini wabah Corona di Indonesia statusnya sudah Darurat Kesehatan Masyarakat. Informasi tentang siapa saja yang tertular penting untuk memutus mata rantai penularan," ungkapnya.

Halik sangat berharap semua kekurangan teknis yang saat ini masih terjadi bisa segera dibenahi agar semua pihak, khususnya tenaga medis bisa fokus pada percepatan penanggulangan penyakit yang ada.

"Semoga bisa diantisipasi agar seluruh kemampuan yang ada bisa berfokus pada percepatan penanggulagan covid di Indonesia," ucap Halik.

Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 mendapat pijatan oleh petugas medis saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). (KOMPAS.com/AFP/STR/CHINA OUT)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "18 Dokter Indonesia Meninggal Selama Pandemi Virus Corona, Berikut Daftarnya"

Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Kompas.com

Berita Populer