Kanal

Desa di Kabupaten Mabar Alokasikan Bisa Gunakan Dana Desa Untuk Penanganan Penyebaran Covid-19

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kabupaten Mabar, Mateus Ngabut  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Assale Viana

POS-KUPANG.COM | | KUPANG - Sebanyak 164 desa di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi NTT bisa mengalokasikan dana desa untuk penanganan pencegahan penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) di daerah itu.

Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 8 tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Pada Karya Tunai Desa.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kabupaten Mabar, Mateus Ngabut saat ditemui Selasa (31/3/2020).

"Atas surat edaran itu, kami sudah keluarkan surat melalui camat untuk segera mengfasilitasi desa agar desa dapat segera mengalokasikan dana desa untuk penanganan Covid-19, kami sudah keluarkan 26 Maret lalu," katanya.

Surat edaran dari kementerian tersebut, lanjut Mateus, bertujuan agar menjadi acuan dalam pelaksanaan desa tanggap Covid-19 dan pelaksanaan padat karya tunai desa menggunakan dana desa yang ada.

Alokasi anggaran ditentukan oleh pihak desa sesuai kebutuhan seperti penyemprotan disinfektan dan barang-barang habis pakai demi pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19)

"Lalu kegiatan-kegiatan yang melibatkan unsur masyarakat. Itu makna dari karya padat tunai desa," paparnya.

Diakuinya, situasi saat ini dan adanya surat edaran dari kementerian maka akan ada perubahan APBDes, sehingga tahapan selanjutnya dakam perubahan APBDes ini akan dilakukan pengawasan dari pihak kecamatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kabupaten Mabar.

"Semua dipertanggungjawabkan," katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kabupaten Mabar, Mateus Ngabut   (istimewa)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang

Polisi di Serdangbedagai Bunuh Diri Pakai Pistol, Istri Sempoyongan Tak Sanggup Lihat Jenazah Suami

Berita Populer