Kanal

Hasil Survei, Prabowo Menteri Terbaik Kabinet Jokowi, Begini Tanggapan Politisi PDIP

Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019).
 

Hasil Survei, Prabowo Menteri Terbaik Kabinet Jokowi, Begini Tanggapan Politisi PDIP

POS-KUPANG.COM - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi menteri terbaik di Kabinet Jokowi Jilid 2 berdasarkan hasil survei Indo Barometer.

Dengan hasil survei itu membuat Ketua Umum Partai Gerindra itu menuai pujian.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) Trimedya Panjaitan memberi pujian kepada Presiden Jokowi karena menempatkan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan. 

Ini yang Disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Saat Bertemu Menteri Pertahanan Prabowo

Menurut Trimedya Panjaitan, Jokowi telah tepat memilih Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan.

Pasalnya, berdasarkan hasil survei Indo Barometer, Prabowo terpilih menjadi menteri yang berkinerja paling baik.

Trimedya pun memberikan responnya atas hasil survei tersebut.

Ia justru memuji Jokowi yang telah tepat memilih Prabowo sebagai Menteri Pertahanan.

 Trimedya juga menilai Jokowi selalu tepat.

Langkah Jokowi menempatkan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan adalah sangat tepat.

Hal itu terbukti dari hasil survei.

Presiden Jokowi di Istana Negara (tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo. (TRIBUN NEWS / HERUDIN)

"Berarti Pak Jokowi selalu yang tepat the right man in the right place."

"Dia menempatkan orang yang benar, Pak Prabowo jadi Menteri Pertahanan," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Anggota Komisi III DPR ini merasa senang karena publik puas dengan kinerja yang ditunjukkan Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Hal itu akan berdampak positif pada jalannya pemerintahan.

"Kalau kabinet ini juga kerjanya tidak bagus, yang jelek Pak Jokowi, dan kita senang kinerja Pak Prabowo bagus," ujarnya.

Ia menilai survei Indo Baromoter itu mematahkan argumen sejumlah pihak yang memandang Prabowo tidak tepat menjadi Menteri Pertahanan.

Prabowo Menteri Terpopuler dan Kinerja Terbaik Versi Indo Barometer

Ia berharap kinerja bagus ditunjukkan para menteri di Kabinet Indonesia Maju, hingga akhir masa jabatan pemerintahan Jokowi-Maruf Amin pada Oktober 2024.

"Mudah-mudahan saja ini bukan hanya 100 hari, tetapi sampai minimal tahun keempatlah."

"Kalau udah mau tahun keempat kelima kan turbulensi politiknya tinggi nanti.

Sehingga bermanfaat bagi masyarakat itu," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menempati urutan pertama menteri paling dikenal publik dan mempunyai kinerja bagus.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, pada sesi pemaparan hasil Survei Nasional 'Evaluasi Publik dan Isu-isu Nasional dalam 100 Hari Jokowi-Amin.'

"Wajar ya, Pak Prabowo (Subianto) paling terkenal."

"Dia sudah tiga kali nyapres," kata Qodari di Hotel Century Park Senayan, Minggu (16/2/2020) siang.

Prabowo Subianto Tak Undang Presiden Joko Widodo pada HUT ke-12 Gerindra: Acara Kecil-kecilan, Malu

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersiap mengikuti rapat bersama Komisi I DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/11/2019). KOMPAS.com/ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

Prabowo Subianto (Kompas.com)

Berdasarkan hasil survei Indo Barometer, 10 menteri yang paling dikenal publik adalah:

- Prabowo Subianto (18.4%)

- Sri Mulyani Indrawati (10.6%)

- Erick Thohir (8.2%)

- Mohammad Mahfud MD (7.9%)

- Nadiem Anwar Makarim (5.3%)

- Luhut B Panjaitan (5.2%)

- Tito Karnavian (5%)

- Moeldoko (3.2%)

- Edy Prabowo (2.5%)

- Pramono Anung (2.2%).

Ada pun 10 menteri yang dinilai publik mempunyai kinerja bagus adalah:

- Prabowo Subianto (26.8%)

- Sri Mulyani Indrawati (13.9%)

- Erick Thohir (12.6%)

- Mohammad Mahfud MD (7.3%)

- Nadiem Anwar Makarim (5.2%)

- Basuki Hadimuljono (1.8%)

- Syahrul Yasin Limpo (1.4%)

- Muhammad Tito Karnavian (1.4%)

- Muhadjir Effendy (0.9%)

- Luhut B Panjaitan (0.9%).

Melihat hasil survei tersebut, Qodari menilai tepat keputusan Prabowo menerima posisi sebagai menteri di pemerintahan Jokowi.

"Jadi keputusan politik Pak Prabowo tepat ya. Panggung politik tampaknya terus bertahan sampai 2024," ujarnya.

Namun, dia meminta Prabowo tidak berpuas diri.

Sebab, tidak menutup kemungkinan menteri yang paling terkenal dan mempunyai kinerja bagus dapat diganti oleh Presiden atau tidak dipertahankan kembali.

Jika dibandingkan survei Maret 2015, tiga besar menteri yang dinilai publik kinerjanya saat itu bagus adalah Susi Pudjiastuti (24.1%), Anies Baswedan (3.9%), dan Puan Maharani (3.4%).

Ada pun tiga besar menteri yang paling dikenal oleh publik pada saat itu adalah Susi Pudjiastuti (32.1%). Disusul Puan Maharani (9.6%) dan Anies Baswedan (6.5%).

Susi Pudjiastuti yang di periode pertama pemerintahan Jokowi menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, tidak lagi diperpanjang masa jabatan di periode kedua masa pemerintahan.

Sedangkan Anies Baswedan diganti dari jabatan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Lalu, ia mencalonkan diri dan terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Lima alasan terbesar publik menilai kinerja menteri bagus adalah: hasil kerjanya sudah terlihat
(kerja nyata) (19.5%), orangnya tegas (18%), dan sudah berpengalaman (16%).

Kemudian, cocok sesuai dengan keahliannya (8.7%), dan orangnya berani (8.6%).

Jika dibreakdown alasan publik menilai kinerja menteri bagus, maka distribusinya sebagai berikut:

Kerja Nyata:

- Sri Mulyani (31,8%)

- Erick Tohir (26,5%)

- Prabowo Subianto (13,5%).

Orangnya Tegas:

- Prabowo Subianto (69,3%)

- Erick Tohir (10,5%)

- Sri Mulyani (5,2%).

Sudah Berpengalaman:

- Sri Mulyani (31,8%)

- Prabowo Subianto (29,5%)

- Mahfud MD (20,2%).

Sesuai Keahliannya:

- Prabowo Subianto (45,0%)

- Mahfud MD (17,5%)

- Erick Tohir (12,5%).

Orangnya Berani:

- Erick Tohir (42,5%)

- Prabowo Subianto (37,0%)

- Mahfud MD (11,0%).

Orangnya Pintar/Intelektual:

- Sri Mulyani (31,7%)

- Nadiem Makarim (19,0%)

- Erick Tohir (17,5%).

Menguasai Permasalahan di Bidangnya:

- Prabowo Subianto (46,3%)

- Sri Mulyani (19,5%)

- Erick Tohir (9,8%).

Kalangan Profesional:

- Mahfud MD (25,0%)

- Erick Tohir (16,7%)

- Prabowo Subianto (13,9%).

Cara Kerja Efektif dan Efisien:

- Nadiem Makarim (31,0%)

- Sri Mulyani (20,7%)

- Erick Tohir (20,7%).

Memberikan Solusi:

- Nadiem Makarim (47,6%)

- Sri Mulyani (19,0%)

- Prabowo Subianto (14,3%).

Indo Barometer melaksanakan survei nasional jelang 100 hari pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

Survei itu melihat bagaimana tingkat kepuasan pada Presiden Jokowi, Wapres Maruf Amin, dan menteri-menteri Jokowi-Maruf Amin?

Juga, bagaimana opini publik Indonesia terhadap aneka isu yang ramai dalam 100 hari pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

Seperti, amandemen UUD 1945, pemindahan ibu kota negara, banjir Jakarta, serta majunya Gibran Rakabuming Raka di Solo dan Bobby Nasution di Medan.

Pelaksanaan survei di seluruh provinsi di Indonesia yang meliputi 34 provinsi.

Jumlah sampel pada survei ini sebanyak 1.200 responden, dengan margin of error sebesar ± 2.83%, pada tingkat kepercayaan 95%.

Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku.

Yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling.

Waktu pengumpulan data pada tanggal 9–15 Januari 2020.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.

Pada sesi pemaparan, turut hadir Rokhmin Dahuri (PDIP), Bima Arya Sugiarto (PAN), Habiburokhman (Gerindra), dan Ledia Hanifa Amaliah (PKS). (TribunNewsmaker/*)

// {"transport": {"beacon": true, "xhrpost": false},"requests": {"ampeos": "https://pagead2.googlesyndication.com/pcs/activeview?xai=AKAOjssKVupTjNMT434qAxjrb8hfV2BQAYppq-KaHCF8-nMySnO_28Ywv5x_oSjlUu1cAeIxxa7khgOQjC1MHs6XhiVIpUuDXRiG_m6sIG3C_OQ&sig=Cg0ArKJSzMbk59Hzj8aqEAE&id=ampeos&o=${elementX},${elementY}&d=${elementWidth},${elementHeight}&ss=${screenWidth},${screenHeight}&bs=${viewportWidth},${viewportHeight}&mcvt=${maxContinuousVisibleTime}&mtos=0,0,${maxContinuousVisibleTime},${maxContinuousVisibleTime},${maxContinuousVisibleTime}&tos=0,0,${totalVisibleTime},0,0&tfs=${firstSeenTime}&tls=${lastSeenTime}&g=${minVisiblePercentage}&h=${maxVisiblePercentage}&pt=${pageLoadTime}&tt=${totalTime}&rpt=${navTiming(navigationStart,loadEventStart)}&rst=${navTiming(navigationStart)}&r=de&isd=${initialScrollDepth}&msd=${maxScrollDepth}"},"triggers": {"endOfSession": {"on": "visible","request": "ampeos","visibilitySpec": {"reportWhen": "documentExit","selector": ":root","visiblePercentageMin": 50}}}} //

 
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Tribunnews

Berita Populer