Kanal

Hasil Survei, Prabowo Menteri Terbaik Kabinet Jokowi, Begini Tanggapan Politisi PDIP

Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

- Sri Mulyani Indrawati (10.6%)

- Erick Thohir (8.2%)

- Mohammad Mahfud MD (7.9%)

- Nadiem Anwar Makarim (5.3%)

- Luhut B Panjaitan (5.2%)

- Tito Karnavian (5%)

- Moeldoko (3.2%)

- Edy Prabowo (2.5%)

- Pramono Anung (2.2%).

Ada pun 10 menteri yang dinilai publik mempunyai kinerja bagus adalah:

- Prabowo Subianto (26.8%)

- Sri Mulyani Indrawati (13.9%)

- Erick Thohir (12.6%)

- Mohammad Mahfud MD (7.3%)

- Nadiem Anwar Makarim (5.2%)

- Basuki Hadimuljono (1.8%)

- Syahrul Yasin Limpo (1.4%)

- Muhammad Tito Karnavian (1.4%)

- Muhadjir Effendy (0.9%)

- Luhut B Panjaitan (0.9%).

Melihat hasil survei tersebut, Qodari menilai tepat keputusan Prabowo menerima posisi sebagai menteri di pemerintahan Jokowi.

"Jadi keputusan politik Pak Prabowo tepat ya. Panggung politik tampaknya terus bertahan sampai 2024," ujarnya.

Namun, dia meminta Prabowo tidak berpuas diri.

Sebab, tidak menutup kemungkinan menteri yang paling terkenal dan mempunyai kinerja bagus dapat diganti oleh Presiden atau tidak dipertahankan kembali.

Jika dibandingkan survei Maret 2015, tiga besar menteri yang dinilai publik kinerjanya saat itu bagus adalah Susi Pudjiastuti (24.1%), Anies Baswedan (3.9%), dan Puan Maharani (3.4%).

Ada pun tiga besar menteri yang paling dikenal oleh publik pada saat itu adalah Susi Pudjiastuti (32.1%). Disusul Puan Maharani (9.6%) dan Anies Baswedan (6.5%).

Susi Pudjiastuti yang di periode pertama pemerintahan Jokowi menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, tidak lagi diperpanjang masa jabatan di periode kedua masa pemerintahan.

Sedangkan Anies Baswedan diganti dari jabatan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Lalu, ia mencalonkan diri dan terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Lima alasan terbesar publik menilai kinerja menteri bagus adalah: hasil kerjanya sudah terlihat
(kerja nyata) (19.5%), orangnya tegas (18%), dan sudah berpengalaman (16%).

Kemudian, cocok sesuai dengan keahliannya (8.7%), dan orangnya berani (8.6%).

Jika dibreakdown alasan publik menilai kinerja menteri bagus, maka distribusinya sebagai berikut:

Kerja Nyata:

- Sri Mulyani (31,8%)

- Erick Tohir (26,5%)

- Prabowo Subianto (13,5%).

Orangnya Tegas:

- Prabowo Subianto (69,3%)

- Erick Tohir (10,5%)

- Sri Mulyani (5,2%).

Sudah Berpengalaman:

- Sri Mulyani (31,8%)

- Prabowo Subianto (29,5%)

- Mahfud MD (20,2%).

Sesuai Keahliannya:

- Prabowo Subianto (45,0%)

- Mahfud MD (17,5%)

- Erick Tohir (12,5%).

Orangnya Berani:

- Erick Tohir (42,5%)

- Prabowo Subianto (37,0%)

- Mahfud MD (11,0%).

Orangnya Pintar/Intelektual:

- Sri Mulyani (31,7%)

- Nadiem Makarim (19,0%)

- Erick Tohir (17,5%).

Menguasai Permasalahan di Bidangnya:

- Prabowo Subianto (46,3%)

- Sri Mulyani (19,5%)

- Erick Tohir (9,8%).

Kalangan Profesional:

- Mahfud MD (25,0%)

- Erick Tohir (16,7%)

- Prabowo Subianto (13,9%).

Cara Kerja Efektif dan Efisien:

- Nadiem Makarim (31,0%)

- Sri Mulyani (20,7%)

- Erick Tohir (20,7%).

Memberikan Solusi:

- Nadiem Makarim (47,6%)

- Sri Mulyani (19,0%)

- Prabowo Subianto (14,3%).

Indo Barometer melaksanakan survei nasional jelang 100 hari pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

Survei itu melihat bagaimana tingkat kepuasan pada Presiden Jokowi, Wapres Maruf Amin, dan menteri-menteri Jokowi-Maruf Amin?

Juga, bagaimana opini publik Indonesia terhadap aneka isu yang ramai dalam 100 hari pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

Seperti, amandemen UUD 1945, pemindahan ibu kota negara, banjir Jakarta, serta majunya Gibran Rakabuming Raka di Solo dan Bobby Nasution di Medan.

Pelaksanaan survei di seluruh provinsi di Indonesia yang meliputi 34 provinsi.

Jumlah sampel pada survei ini sebanyak 1.200 responden, dengan margin of error sebesar ± 2.83%, pada tingkat kepercayaan 95%.

Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku.

Yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling.

Waktu pengumpulan data pada tanggal 9–15 Januari 2020.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.

Pada sesi pemaparan, turut hadir Rokhmin Dahuri (PDIP), Bima Arya Sugiarto (PAN), Habiburokhman (Gerindra), dan Ledia Hanifa Amaliah (PKS). (TribunNewsmaker/*)

// {"transport": {"beacon": true, "xhrpost": false},"requests": {"ampeos": "https://pagead2.googlesyndication.com/pcs/activeview?xai=AKAOjssKVupTjNMT434qAxjrb8hfV2BQAYppq-KaHCF8-nMySnO_28Ywv5x_oSjlUu1cAeIxxa7khgOQjC1MHs6XhiVIpUuDXRiG_m6sIG3C_OQ&sig=Cg0ArKJSzMbk59Hzj8aqEAE&id=ampeos&o=${elementX},${elementY}&d=${elementWidth},${elementHeight}&ss=${screenWidth},${screenHeight}&bs=${viewportWidth},${viewportHeight}&mcvt=${maxContinuousVisibleTime}&mtos=0,0,${maxContinuousVisibleTime},${maxContinuousVisibleTime},${maxContinuousVisibleTime}&tos=0,0,${totalVisibleTime},0,0&tfs=${firstSeenTime}&tls=${lastSeenTime}&g=${minVisiblePercentage}&h=${maxVisiblePercentage}&pt=${pageLoadTime}&tt=${totalTime}&rpt=${navTiming(navigationStart,loadEventStart)}&rst=${navTiming(navigationStart)}&r=de&isd=${initialScrollDepth}&msd=${maxScrollDepth}"},"triggers": {"endOfSession": {"on": "visible","request": "ampeos","visibilitySpec": {"reportWhen": "documentExit","selector": ":root","visiblePercentageMin": 50}}}} //

 
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Tribunnews

Detik-detik Evakuasi Pria yang Terjepit Batu Selama 10 Jam, Genset Mati, Sempat Makan dan Diinfus

Berita Populer