Kanal

Status Indonesia Bebas Virus Corona, Ini Kata WHO, SIMAK YUK

Petugas medis membawa seorang pasien yang diduga terinfeksi virus misterius mirip SARS, ke rumah sakit Jinyintan, di Kota Wuhan, China, Sabtu (18/1/2020).

POS KUPANG.COM-- - Status bebas virus corona yang disandang Indonesia malah menjadi perhatian dunia. 

Pasalnya, dengan jumlah penduduk 270 juta jiwa, Indonesia cukup rentan tertular virus ini. 

Sementara negara lain yang berpenduduk lebih kecil seperti Singapura justru telah mengumumkan status positif virus corona. 

Situasi ini justru membuat Indonesia disorot oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Mengutip The Sydney Morning Herald, pada Rabu (5/2/20), WHO menyebut Indonesia harus berbuat lebih banyak.

Iwan Natawidjaja menunjukkan artikel yang memuat profil Prof Huang Xiqiu, arsitek yang mendesain pembangunan RS khusus pasien virus corona di Wuhan, China. (istimewa)

Hal itu karena kekhawatiran pada negara berpenduduk 270 juta ini yang belum melaporkan satupun kasus virus corona.

WHO menginginkan agar Indonesia meningkatkan kewaspadaan dan deteksi kasus dari persiapan di fasilitas kesehatan.

Dokter memeriksa kondisi bayi yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Anak Wuhan, China. Bayi itu positif terinfeksi setelah diperiksa 30 jam pasca-dilahirkan, di mana sang ibu juga menderita virus tersebut. (sky News)

Hal itu menyusul serangkain warga Australia yang tinggal di Bali telah didiagnosis menderita pneumonia, namun prosedur pengujian oleh otoritas kesehatan masih terbatas.

Perwakilan WHO di Indonesia, Dr Navaratnasamy Paranietharan, yang bekerja erat dengan Kementerian Kesehatan, mengatakan negara itu telah mengambil langkah konkret.

Termasuk penyaringan di perbatasan internasional dan menyiapkan rumah sakit yang ditunjuk untuk menangani kasus-kasus potensial.

Ibu Pengidap Virus Corona Melahirkan, Ajaib sang Bayi Sehat dan Tidak Terpapar Virus Corona. Tim medis menunjukkan bayi yang dilahirkan pasien virus corona (facebook/People's Daily)

"Indonesia sedang melakukan persiapan untuk menghambat masuknya virus corona baru," kata Dr Navaratnasamy Paranietharan.

Namun, masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan dibidang pengawasan dan deteksi kasus aktif dan persiapan fasilitas kesehatan yang ditunjuk sepenuhnya.

Ketersediaan alat tes khusus yang diperkirakan tiba minggu ini adalah langkah signifikan dalam arah yang benar.

Sebelumnya Sydney Morning Herald dan The Age mengungkapkan Indonesia belum mempunyai alat tes kit untuk mendeteksi virus ini.

Viral Momen Mengharukan, Anak Balita Korban Virus Corona Dikarantina, Minta Dipeluk Ayahnya (Tangkapan layar twitter @Huh_My_Rahhhhh)

Sebaliknya, otoritas medis hanya mengandalkan tes pan-coronavirus yang secara positif dapat mengidentifikasi semua virus dalam keluarga corona seperti, flu, MERS, dan SARS.

Pengurutan gen itu kemudian diperlukan untuk menguji secara postif tentang virus ini, dan seluruh prosesnya memakan waktu hingga lima hari.

Dr Paranietharan mengatakan "kami (WHO) prihatin, Indonesia belum melaporkan satu pun kasus yang dikonfirmasi di negara berpenduduk hampir 270 juta orang ini."

Kondisi kota Wuhan bak Kota Mati (Youtube/Channel 4 News)

"Tetapi kami telah diyakinkan oleh otoritas terkait bahwa pengujian laboratorium telah bekerja dengan baik," tambahnya.

Ahli Biologi Ungkap Penyebabnya

Misteri orang Indonesia belum terkena virus corona akhrinya dijawab oleh seorang ahli biologi, Profesor Amin Soebandrio.

Seperti diketahui, penyebaran virus corona kini sudah semakin meluas hingga membuat WHO mendeklarasikan sebagai darurat kesehatan pada Jumat (31/1/2020).

Sejumlah negara tetangga Indonesia pun turut menjadi imbas penyebaran virus corona dari Wuhan, China.

Seperti halnya Australia, Thailand, Singapura, Malaysia, Kamboja, dan Filipina yang telah mengonfirmasi adanya penyebaran virus corona di negara mereka.

Namun, di saat negara tetangga sudah mengonfirmasi adanya virus corona di wilayah mereka, beda halnya dengan Indonesia.

Padahal, negara-negara itu semuanya memiliki populasi yang jauh lebih kecil daripada 264 juta penduduk Indonesia.

Kondisi kota Wuhan terkini (South China Morning Post)

Pasien Virus Corona (Dailymail.co.uk)
Lalu bagaimana bisa tak ada satupun orang di Indonesia yang terserang virus corona?

Melansir Tribunnews dari The Sydney Morning Herald dan The Age dalam artikel 'Mengapa Tak Ada Orang di Indonesia Terkena Virus Corona? Ahli Biologi Ini Bongkar Penyebabnya' berikut penjelasannya.

Ketua Institut Biologi Molekuler Eijkman di Jakarta, Profesor Amin Soebandrio menyebutkan jika saat ini Indonesia tidak memiliki kit pengujian untuk mendeteksi virus corona.

Pereaksi kimia atau reagen yang digunakan dalam pengujian untuk membantu menganalisi dan mengidentifikasi belum tersedia di Indonesia.

Kabarnya, pereaksi kimia yang diperlukan ini baru tersedia dalam beberapa hari ke depan.

Sementara laboratorium negara hanya mampu mendeteksi keberadaan keluarga virus corona yang berpotensi terinfeksi.

Kelompok virus ini termasuk flu biasa, MERS serta virus semacam SARS yang sekarang sudah punah.

Indonesia belum secara positif mengonfirmasi kasus virus corona.

Untuk mengidentifikasi infeksi virus corona baru dari China, yang juga dikenal sebagai 2019-nCov, otoritas medis di Indonesia harus mendeteksi keluarga virus corona pada seseorang.

Kemudian secara genetis mengurutkan hasilnya, suatu proses yang dapat memakan waktu lima atau enam hari.

Profesor Amin Soebandrio diketahui terlibat dalam pekerjaan pengujian dan pengurutan gen.

Ia mengatakan bahwa reagen yang dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mendeteksi virus corona akan segera tiba di Indonesia

"Kami sedang dalam proses mendapatkan kit deteksi khusus untuk coronavirus novel 2019.

Kami berharap bahwa dalam beberapa hari mendatang kami akan menerima kit spesifik sehingga kami tidak perlu melakukan pengurutan gen," katanya saat dikonfirmasi The Sydney Morning Herald.

Profesor Amin menjelaskan kemungkinan virus corona sudah muncul di Indonesia namun belum terdeteksi.

Padahal semua negara yang dekat dengan Indonesia telah melaporkannya.

"Jika Anda bertanya apakah itu mungkin, tentu saja ada kemungkinan tetapi kami belum memiliki bukti. Saat ini, kami tidak tahu apakah virus telah masuk ke Indonesia atau tidak," katanya.

Pekerja medis di ICU (unit perawatan intensif) Rumah Sakit Zhongnan, Wuhan. Dokter dan pekerja medis tidak sempat pulang, kurang istirahat, terpaksa memakai pampers. Virus corona adalah infeksi pada saluran pernapasan yang dapat menyebabkan penyakit seperti pneumonia atau pilek. (Daily Mail) (Pekerja medis di ICU (unit perawatan intensif) Rumah Sak)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang

Berita Populer