Ustaz Abdul Somad UAS Menjawab, Bolehkah Menunda Mandi Junub / Mandi Wajib?

Ustaz Abdul Somad Menjawab, Bolehkah Menunda Mandi Junub / Mandi Wajib? Ustaz Abdul Somad Menjawab, Bolehkah Menunda Mandi Junub / Mandi Wajib?

Editor: Alfred Dama

Ustaz Abdul Somad Menjawab, Bolehkah Menunda mandi junub / Mandi Wajib? 

TRIBUNSTYLE.COM - mandi junub menjadi kewajiban seorang muslim untuk membersihkan diri dari hadas besar.

Jika hadis kecil bisa dibersihkan dengan berwudhu, maka untuk hadis besar dibersihkan dengan mandi junub.

Hadas besar tersebut antara lain seperti keluar air mani (mimpi basah bagi pria), berhubungan suami istri, bertemunya dua kemaluan meski tidak keluar air mani dan berhentinya darah haid dan nifas.

Dengan melakukan Mandi Besar, maka tubuh sudah kembali suci, tidak lagi najis dan boleh menunaikan ibadah wajib.

Kemudian bagaimana jika mandi junub ditunda-tunda atau tidak segera dilaksanakan?

Ustaz Abdul Somad memberikan penjelasannya mengenai hal itu.

Persib Punya Pemain Baru Diwaspai Rahmad Darmawan, Bukan Laga yang Mudah Bagi Tira Persikabo

MENCEKAM, Kerusuhan Pecah di Depan Gedung KPK, Demonstran Lempar Batu Hingga Merangsek Masuk

Pria Ini Setubuhi Siswi SMP Adik Iparnya, Dilakukan Saat Korban Tidur Dipergoki Kakak Korban Beraksi

Baru 5 Hari Menjanda, Wanita Ini Digerebek Sedang Mesum dengan Pria Lain, Pernah Berhubungan Banda

Begini Kesaksian Para Pekerja Saat Menggali Makam BJ Habibie , Kondisi Tanah Tak Seperi Biasanya

Ini Sosok Ilona Gadis Mantan Kekasih BJ Habibie Sebelum Bertemu Ainun, Begini Alasan Mereka Putus?

Ustaz Abdul Somad (tarbiyah) 

Dikutip TribunSyle.com dari ikhwan_drijingan, Jumat (13/9/2019), berikut penjelasan Ustaz Abdul Somad mengenai boleh tidaknya menunda mandi junub :

Dijelaskan Ustaz Abdul Somad, mandi junub harus segera dilaksanakan ketika selesai, misal melakukan hubungan suami istri.

"Tidak boleh, begitu selesai langsung laksanakan mandi junub," ujar Ustaz Abdul Somad.

Ustaz Abdul Somad kemudian menjelaskan mengenai tata cara mandi junub, yang dimulai dengan membersihkan kemaluan dengan air bersih.

Setelah bersih baru berwudhu, seperti wudhu hendak menunaikan sholat.

Setelah itu, menyiram tubuh dengan air dari bawah terlebih dahulu, sebelah kanan, hingga seluruhnya.

"Kemudian siram dari sebelah kanan bagian bawah dulu, seperti betis, lutut, paha, pinggang, baru atas semua, jadi badan tidak terkejud jika dingin," ujar sang ustaz.

Dia Ustaz Abdul Somad menyarankan untuk menyiram air dengan pelan-pelan dari bawah.

Halaman
1234
Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved