Abdul Fataharis Bersyukur Sakit Parunya Berangsur Pulih Setelah Gunakan Varash Oil

Para peserta saat memberikan testimoni di hadapan peserta lain dalam seninar Varash Oil di Hotel Pelangi Kupang, Sabtu (7/4/2018).

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria A E Toda

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Seminar Varash Oil yang digelar Varash Healing Oil di Hotel Pelangi, Sabtu (7/4/2018), ternyata banyak diikuti masyarakat Kupang dan masyarakat dari luar Kota Kupang.

Selain banyak dihadiri masyarakat, ada banyak juga yang memberikan testimoni setelah menggunakan Varash Oil.

Abdul Fataharis, salah satu peserta seminar bercerita bahwa ia sudah menderita sakit paru selama 10 tahun dan sudah seringkali keluar masuk rumah sakit di Kota Kupang.

Baca: Jokowi Tawarkan Mahasiswa Cicil Biaya Kuliah Setelah Diterima Kerja, Ini Respon Mendikbud

"Tahun 2017 kemarin saya mendapat informasi mengenai Varash Oil ini. Saya coba satu botol dan puji Tuhan saya lihat ada perubahan dalam diri saya. Sesak dan nyeri di bagian dada kiri mulai berkurang, mudah-mudahan akan hilang kalau pakai terus," ujar Abdul.

Selain itu, ibu Lin, guru SMAK Giovani Kupang mengakui ia terkena stroke dan tidak bisa jalan, bicaranya juga sudah cadel selama satu minggu ia dirawat di rumah sakit. Tetapi setelah mencoba oles minyak varas ia berangsur-angsur dan tangannya sudah bisa digerakkan.

Baca: Melaini Sembiring Minta Pengurus Kopdit Pintu Air Harus Lahirkan Ide-ide Gila

"Awalnya saya kurang tau cara pakainya. Tapi setelah ada teman yang mengajari dari situ saya tahu. Ternyata saya alami perubahan luar biasa. Saya yang sebelumnya tidak bisa jalan sekarang sudah bisa jalan kembali dalam waktu satu bulan," ujar Lin.

Eva, guru di salah satu sekolah negeri di Kota Kupang mengatakan awal mulanya ia percaya menggunakan Varash Oil saat ibu mertuanya sakit. Menurutnya, kaki mertuanya itu berair dan tidak bisa jalan. "Akhirnya saya cari minyak varash saya dapat dan coba saya pakaikan ke mama mertua dan puji Tuhan kakinya sudah tidak berair dan saat ini sudah bisa jalan seperti biasa," ujar Eva. (*)

Berita Populer