NTT Terkini
Menjaga Terang Ibadah: Sinergi Penjaga Listrik Timor Pastikan Ramadhan Aman
Ia menambahkan, melalui penyelarasan prosedur teknis ini, PLN berkomitmen hadirkan layanan yang efisien dan aman.
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Di balik terangnya lampu-lampu di rumah warga saat waktu Sahur dan berbuka, ada dedikasi para operator pembangkit yang bekerja tak kenal lelah menjaga keseimbangan sistem kelistrikan.
Memasuki bulan suci Ramadhan serta menyongsong Idul Fitri 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) NTT memperkuat kolaborasi bersama seluruh pengelola pembangkit di Pulau Timor melalui Sosialisasi Standar Prosedur Operasi (SOP), pada Selasa (03/03).
Kegiatan ini menjadi ruang temu bagi para "penjaga terang" dari berbagai unit, mulai dari operator PLTU Timor-1, PLTU Bolok, PLTMG Kupang Peaker, hingga PLTD Sewa Indonesia Power Service Tenau. Fokus utamanya bukan sekadar teknis, melainkan menyatukan visi dalam menjalankan program Anti Black Out (ABO) 2026 demi kenyamanan masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi. Bagi para operator, pemahaman mendalam mengenai dinamika Sistem Timor adalah bekal utama dalam menghadapi masa siaga nasional.
Hendri Saputra, Site Leader PLTMG Kupang Peaker PLN Indonesia Power, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ini.
Baca juga: Keluarga Besar PLN UIW NTT Rayakan Natal Bersama Jemaat GMIT Silo Naikoten
“Kami berterima kasih kepada PLN UP2B NTT.Informasi ini sangat krusial untuk kami terapkan di lapangan. Sinergi antara Dispatcher Regional Control Center (RCC) Timor dan operator di ruang kendali (Control Center Room) setiap pembangkit adalah kunci agar listrik tetap andal. Kami berharap kolaborasi semacam ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Manager PLN UP2B NTT, Andi Siswahudi, menjelaskan bahwa pengoperasian unit yang disiplin sesuai SOP adalah bentuk tanggung jawab pelayanan kepada pelanggan. “Kami ingin memastikan setiap rencana yang telah ditetapkan dieksekusi dengan presisi oleh seluruh operator di Pulau Timor,” tegas Andi.
General Manager PLN UIW NTT, F Eko Sulistyono, menekankan bahwa keandalan listrik adalah urat nadi kenyamanan ibadah di bulan suci. Ia mengingatkan bahwa setiap megawatt yang dihasilkan memiliki makna besar bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah.
"Bulan Ramadhan adalah momen penuh keberkahan yang sangat dinanti oleh masyarakat. Tugas kita adalah memastikan mereka dapat beribadah dengan tenang, tanpa rasa khawatir akan gangguan listrik. Keandalan sistem kelistrikan di Pulau Timor bukan hanya soal teknis kabel dan mesin, tapi soal kolaborasi hati antara bidang pembangkitan, pengatur beban, hingga distribusi," ujar Eko.
Ia menambahkan, melalui penyelarasan prosedur teknis ini, PLN berkomitmen hadirkan layanan yang efisien dan aman.
"Kami ingin masyarakat NTT, khususnya di daratan Timor, dapat merasakan kehadiran PLN secara nyata melalui pasokan listrik yang stabil, sehingga momen kebersamaan di hari raya nanti menjadi lebih hangat dan bermakna," pungkasnya.
Langkah konkret ini mempertegas kesiapan PLN dalam mengawal siaga Idul Fitri 1447 H, sekaligus memperkuat fondasi sistem kelistrikan Timor yang lebih tangguh melalui semangat kebersamaan. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ELN.jpg)