Undana
Dr. Hamza H. Wulakada Siap Bertarung di Pilrek UNDANA 2025-2029
Pria kelahiran Lembata, 3 Juli 1981 ini bukan sosok asing di lingkungan kampus maupun dunia organisasi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penulis: Ray Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kontestasi Pemilihan Rektor Universitas Nusa Cendana (UNDANA) periode 2025-2029 mulai menghangat.
Salah satu figur muda yang resmi menyatakan kesiapannya adalah Dr. Hamza H. Wulakada, M.Si, dosen Program Studi Pendidikan Geografi FKIP UNDANA.
"Saya siap mengikuti kontestasi pemilihan rektor Undana kali ini," ujarnya kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (3/8/2025).
Pria kelahiran Lembata, 3 Juli 1981 ini bukan sosok asing di lingkungan kampus maupun dunia organisasi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca juga: 24 Mahasiswa Undana Kupang Gelar Kegiatan KKN di Desa Popnam dan Desa Seo Kabupaten TTU
Saat ini, ia menjabat sebagai Koordinator Program Studi Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) Pascasarjana UNDANA untuk periode 2021-2025, sekaligus Sekretaris Dewan Pengawas Badan Layanan Umum (BLU) UNDANA untuk periode kedua 2024-2029.
Meski kepemimpinannya sebagai Koorprodi terkesan tidak mencolok, Hamza dikenal produktif dengan berbagai program dan kegiatan yang melibatkan lintas fakultas.
Lewat posisinya di DEWAS BLU UNDANA, ia juga memahami seluk-beluk pengelolaan universitas.
Karakter pribadinya yang luwes, santun, dan mudah bergaul membuatnya diterima baik oleh semua kalangan, mulai dari dosen senior, staf, mahasiswa, bahkan petugas kebersihan dan keamanan.
"Bagi saya, membangun relasi adalah modal utama untuk memperkuat kerja-kerja akademik dan kelembagaan. Sekali kita saling percaya, kerja sama akan menjadi lebih produktif," ungkap Hamza.
Hamza menamatkan pendidikan S1 di Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian (Sosektan) Fakultas Pertanian UNDANA tahun 2005.
Ia melanjutkan S2 di Magister Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (MPSAL, kini Ilmu Lingkungan) UNDANA pada 2008, lalu meraih gelar Doktor di Ilmu Lingkungan Universitas Brawijaya.
Karier organisasinya cukup panjang. Ia adalah mantan Ketua Umum HMI Cabang Kupang (2005-2006), mantan Sekretaris Umum DPD KNPI NTT (2011), dan kini aktif sebagai Wakil Ketua PW NU NTT, Sekretaris Umum MW KAHMI NTT, Wakil Sekretaris MUI NTT, serta Sekretaris Umum Ikatan Keluarga Lembata (IKL) Kupang.
Pengalamannya di organisasi membuatnya terbiasa bekerja kolektif, telaten mengelola administrasi, dan memiliki kemampuan membangun jaringan luas lintas etnis dan profesi.
Sebagai akademisi, Dr. Hamza telah menghasilkan 9 buku, lebih dari 100 penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta publikasi ilmiah bereputasi nasional dan internasional.
Ia juga aktif menulis di media massa, membahas topik-topik pendidikan, geografi, lingkungan, dan kebijakan pembangunan.
Hamza kerap diundang menjadi narasumber seminar, diskusi publik, maupun forum ilmiah lainnya. Ia juga terlibat sebagai Dewan Pakar dan konsultan bagi berbagai instansi pemerintah dan swasta di NTT.
Menurut Hamza, UNDANA kini berada di masa transisi pembangunan yang penuh tantangan, baik dari faktor internal maupun eksternal.
Ia menilai, ke depan kampus ini membutuhkan pemimpin yang terbuka, visioner, dan berani menembus batas-batas kebiasaan lama.
"Rintisan yang telah dibangun para senior harus kita lanjutkan. Tapi ke depan tantangannya jauh lebih berat. UNDANA tidak boleh hanya jago di dalam pagar sendiri atau sekadar puas dengan publikasi ilmiah. Sumber daya UNDANA harus menjadi penentu arah pembangunan berbasis riset di NTT dan Indonesia Timur," tegasnya.
Dia juga menilai bahwa penataan sistem internal UNDANA sudah mengalami banyak perubahan, namun harus terus disesuaikan dengan tuntutan zaman.
"Tuntutan perubahan bergerak cepat. Pemimpin UNDANA harus adaptif, fleksibel, dan punya strategi matang untuk memitigasi risiko kegagalan," ujarnya.
Dengan latar belakang sebagai putra NTT yang lahir dan besar dari rahim almamater UNDANA, Dr. Hamza merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memastikan kampus ini terus berkontribusi nyata.
"Bagi saya, ini soal pengabdian. UNDANA harus dipimpin oleh orang yang mau mendengar, menerima perbedaan, tapi juga berani mengambil langkah berisiko demi kemajuan. Saya siap menjadi salah satu alternatif untuk memimpin UNDANA ke depan," tutupnya. (rey)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Sekretaris-Ikatan-keluarga-asal-Lembata.jpg)